Artikel
Yudha Adhyaksa
12 Nov 2024
Transaksi online zaman sekarang rentan terjadi penipuan. Marketplace hadir untuk menjamin keamanan bertransaksi.
Marketplace bukanlah Penjual atau wakil Penjual. Ia adalah pemilik pasar yang mempertemukan Penjual dan Pembeli agar bertransaksi sesuai aturannya.
Sebetulnya Marketplace punya sistem yang bagus karena pembayaran dari Pembeli ditransfer ke Penjual setelah barang benar-benar dengan selamat di tempat Pembeli. Ini menutup celah transaksi mencurigakan. Tanpa sistem yang mumpuni, akan bermunculan produk fiktif, tidak sesuai harapan, tidak terjadi pengiriman sehingga lambat laun timbul ketidak percayaan dan Marketplace akan ditinggal.
Lalu apa saja hukum syariahnya saat Anda bertransaksi di Marketplace? Patuhi 7 aturan ini55:
Akad jual beli online dikatakan sah setelah Pembeli mentransfer uang ke rekening bersama yang ditetapkan Marketplace. Apabila ada pembayaran, dianggap belum terjadi akad.
Anda boleh menjual produk apapun selama tidak melanggar syariat.
Produk yang diperjualbelikan haruslah :
Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid berfatwa:
“Aku merasa pembelian emas melalui internet tidak memenuhi syarat yadan bi yadin (tunai) karena setelah emas tersebut dibeli dengan mentransfer sejumlah uang, emas tersebut barulah dikirim setelah beberapa waktu. Jika demikian, hukum jual beli emas seperti ini adalah haram.” (Fatawa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 34325) 56
Pembayaran yang diatur syariat adalah :
Tidak boleh berikut karena melanggar syariat:
Pada dasarnya akad dompet elektronik (E Wallet) adalah akad utang ketika Pembeli mendeposit / top up uangnya. Sehingga pemanfaatan diskonnya menjadi riba karena keuntungan diatas akad utang.
Tips menggunakan dompet elektronik :
Saat berakad, Penjual biasanya memberi kode unik transfer. Bagaimana hukumnya?
Misal harganya Rp. 100.000 dinaikkan menjadi Rp. 100.014, di mana 14 adalah kode unik. Maka sesungguhnya nilai Rp. 100.014 adalah harga jual baru. Ketika konsumen membayar harga yang baru, dianggap dia menyetujuinya dengan ikhlas.
Akad rekening bersama adalah akad Dhamanah (penitipan uang). Tujuannya memberikan jaminan keamanan bahwa Penjual tidak bisa menipu karena uangnya masih dikuasai Marketplace. Sehingga bila produknya rusak atau hilang (tidak sampai), Penjual belum berhak menerima uangnya.
Bagaimana status uang di rekening bersama, milik siapakah?
Uang itu milik penjual karena hak kepemilikan penjual telah berpindah begitu uang pembeli diterima di rekening bersama.
Maka penjual harus segera mengirim barang ke alamat pembeli agar setelahnya bisa menerima uang pembeli dari rekening bersama.
Jadi posisi Marketplace sebagai Penjamin agar mekanismenya lancar tanpa penipuan dan ini diperbolehkan secara syariat.
Hubungan Penjual dan Pembeli adalah jual beli, sehingga hanya sampai situ kepentingannya. Tidak perlu berpikir terlalu jauh bagaimana kalau penyedia Marketplace akan mendeposito uangnya ke Bank dan mendapat bunga besar itu tidak ada hubungan dengan akad Penjual-Pembeli.
Selama rukun dan syarat jual beli yang syar’i telah terpenuhi, sudah menjadikan akad jual beli di Marketplace sah.
Sebagai pengusaha tetap harus memperhatikan kaidah syariat saat berpromosi di Marketplace yaitu tidak menjual barang najis dan haram serta memamerkan aurat juga musik. Pakailah model wanita menutup aurat dan suara alam sebagai solusinya. Wallahu a’lam
Kelebihan jualan di Marketplace adalah tidak perlu takut kehilangan Pembeli.
Tiap hari jutaan orang berkunjung untuk mencari barang yang dibutuhkan, dan jika cocok harganya akan dibeli. Anda tidak perlu modal besar karena tidak menyewa tempat fisik dan bisa memonitor perkembangan jualan dengan cepat. Mudah kan?
Apa saja strategi jualan profesional yang bisa Anda terapkan?
Foto adalah hal pertama yang dilihat Pembeli sebelum membaca detail produk. Ambillah foto dari berbagai sisi agar Pembeli mendapatkan gambaran produk secara lengkap. Anda juga boleh upload lebih dari 3 foto untuk menunjukkan detail, ukuran, tekstur, warna, dan kondisi produk.
Jelaskan produk sedetail mungkin, mulai dari manfaat, spesifikasi, ukuran, bahan, warna, cara penggunaan, hingga informasi penting lainnya. Semakin lengkap informasi yang diberikan, semakin sedikit keraguan dan pertanyaan Pembeli sebelum melakukan pembelian.
Pembeli online biasanya menginginkan pelayanan yang cepat. Jangan biarkan calon Pembeli terlalu lama menunggu karena mereka bisa berpindah ke toko lain. Respons yang cepat juga menunjukkan bahwa toko Anda aktif dan profesional.
Jangan hanya menjawab pertanyaan Pembeli dengan singkat seperti “ada” atau “siap”. Berikan jawaban yang jelas, sopan, dan membantu agar Pembeli merasa dilayani dengan baik. Pelayanan yang baik dapat meningkatkan kepercayaan dan peluang terjadinya transaksi.
Selamat ! Anda telah menguasai sisi syariat dan profesionalnya.
Yang dibutuhkan sekarang adalah persistensi, disiplin dan komitmen agar produk Anda terus muncul di Marketplace. Dengan usaha tepat yang terus menerus, produk Anda bisa laku keras.
Marketplace membuka peluang besar bagi UMKM untuk menjangkau pembeli tanpa harus memiliki toko fisik yang mahal. Namun, kemudahan berjualan online tetap perlu diimbangi dengan pemahaman tentang akad, jenis barang, pembayaran, rekening bersama, serta cara promosi yang sesuai prinsip syariah.
Selain memahami aturan transaksinya, pengusaha juga perlu membangun tampilan produk yang profesional, memberikan deskripsi yang jelas, merespons pembeli dengan cepat, dan menjaga pelayanan agar kepercayaan konsumen terus meningkat. Pelajari strategi jualan online dan bisnis syariah melalui 500+ kelas di SekolahUMKM.com hanya Rp50.000/bulan.
Marketplace dapat menjadi sarana yang praktis bagi UMKM untuk menjual produk dan menjangkau pasar yang lebih luas. Sistem pembayaran dan rekening bersama juga dapat membantu mengurangi risiko penipuan karena dana tidak langsung diterima penjual sebelum proses transaksi memenuhi mekanisme yang ditetapkan marketplace.
Namun, kemudahan teknologi tidak membuat pengusaha bebas mengabaikan prinsip syariah. Jenis barang yang dijual, akad, metode pembayaran, penggunaan rekening bersama, hingga cara mempromosikan produk tetap perlu diperhatikan. Setelah aspek syariah terpenuhi, pengusaha dapat memperkuat sisi profesional dengan foto produk yang menarik, deskripsi yang lengkap, respons cepat, dan pelayanan yang ramah. Dengan strategi yang tepat, konsistensi, dan disiplin, marketplace dapat menjadi salah satu saluran penjualan yang efektif bagi UMKM.
Boleh. Marketplace dapat digunakan sebagai sarana mempertemukan penjual dan pembeli selama produk, transaksi, akad, dan aktivitas promosi yang dilakukan tidak bertentangan dengan prinsip syariah.
Tidak. Produk yang diperjualbelikan harus memenuhi ketentuan syariah, termasuk bukan barang yang haram atau najis dan memenuhi ketentuan khusus untuk jenis barang tertentu.
Rekening bersama membantu menjaga dana pembeli sampai mekanisme transaksi terpenuhi. Dalam sistem marketplace, dana dapat ditahan terlebih dahulu sebelum diteruskan kepada penjual sesuai ketentuan yang berlaku.
Mulai dari foto produk yang profesional, deskripsi yang lengkap, harga yang jelas, respons cepat, dan komunikasi yang ramah. Setelah itu, lakukan evaluasi dan perbaikan secara konsisten berdasarkan respons pasar.
Ya. Selain memastikan produknya halal, pengusaha perlu memperhatikan cara menampilkan dan mempromosikan produk agar tidak menggunakan cara yang bertentangan dengan prinsip syariah.
Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.
Artikel
Apa Itu UMKM? UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yaitu kelompok usaha yang memiliki skala usaha tertentu dan menjadi bagian penting dalam perekonomian Indonesia....
Yudha Adhyaksa
19 Aug 2026
Tahukah Anda, owner "HAUS" member SekolahUMKM? Ini kisahnya! Kisah Member SekolahUMKM: Gufron Syarif "HAUS" Dengan lebih dari 200 cabang yang tersebar di belasan kota be...
Yudha Adhyaksa
19 Aug 2026
“Produk sudah bagus, tapi kenapa orang tetap nggak jadi beli?” Ini situasi yang sangat umum. Kamu sudah: Pilih bahan terbaik Jaga kualitas Tentukan harga yang kompetitif...
Yudha Adhyaksa
19 Aug 2026
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan