background

Artikel

Miliki Sifat Utama Pengusaha Muslim

Yudha Adhyaksa

13 Jul 2023

Cover

Semua hal besar bisa terwujud setelah Anda memiliki karakter Pengusaha Muslim sejati. Dan tentunya, contoh karakter  terbaik  sepanjang  masa  adalah  teladan  kita Rasulullah ﷺ. Ketahui apa saja sifat utama beliau supaya Anda dapat menerapkannya dengan ikhlas.

Sifat Nabi yang Sangat Tersohor Ketika Menjadi Pengusaha

Amanah Menjaga Kepercayaan Orang Lain

Seperti apa sifat amanah pada Nabi ﷺ?

Amanah menjalankan janji, selalu memberi hak keuntungan orang lain, menggunakan uang pemodal hanya untuk bisnis dan bukan mengambilnya diam-diam untuk kepentingan pribadi, mematuhi aturan bersama mitra meski minim pengawasan.

Rasulullah bersabda,

“Di antara tanda munafik ada tiga: jika berbicara, dusta; jika berjanji, tidak menepati; jika diberi amanat, ia khianat.” (HR. Muslim no. 59)13

Sama halnya dalam bisnis harus amanah. Allah menyebut sifat orang mukmin yang beruntung adalah yang memelihara amanat. Yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan tidak berguna agar bisa meraih surga Firdaus.

Jujur dalam Perkataan dan Tindakan

Tidak menipu atau melebih-lebihkan fakta.

Reputasi sebagai pengusaha jujur sangat dibutuhkan ketika berbisnis. Rezeki seseorang tidak bertambah dengan menipu dan sebaliknya tidak berkurang meski ditipu.

“Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang- orang yang merugikan, dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi ini dengan membuat kerusakan.” (QS Asy Syu’ara: 181-183)

Menepati Janji

Seorang pengusaha selalu menepati janji pada semua orang. Bentuknya macam- macam ; tepat waktu bayar supplier, serahkan barang sesuai spesifikasi, perbaiki  barang selama bergaransi.

Meski begitu, selama ada udzur syar’i boleh terlambat.

Sholat tepat waktu termasuk menepati janji pada Allah karena itu jangan tinggalkan demi sebuah transaksi. Bila meninggalkan sholat, apa pasti mendapatkan transaksi tersebut?

Tidak juga kan?

Ingat, rezeki tidak akan meleset sebagaimana halnya kematian.

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyaknya supaya kamu beruntung. Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadaNya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah sebaik-baik pemberi rezeki.” (QS Al Jumu’ah: 10-11)

Murah Hati pada Konsumen

Nah, murah hati ini juga perlu ketika merintis bisnis.

Jangan kaku menjaga keuntungan harus besar sampai tidak rela memberi diskon. Justru semakin lama produk tidak laku akan mengurangi kepercayaan diri Anda. Jual dengan keuntungan tipis tidak masalah karena masih ada hari esok, kesempatan berikut untuk menggantinya.

“Allah berbelas kasih kepada orang yang murah hati ketika ia menjual, bila membeli dan atau ketika menuntut hak”. (HR. Bukhari)

Belajar Menjadi Pengusaha UMKM yang Amanah dan Jujur di SekolahUMKM.com

Menjadi pengusaha Muslim bukan hanya tentang bagaimana mendapatkan keuntungan, tetapi juga tentang karakter yang dibangun dalam menjalankan bisnis. Kejujuran, amanah, menepati janji, dan bermurah hati kepada konsumen merupakan nilai penting yang dapat membangun kepercayaan dalam jangka panjang.

SekolahUMKM.com membantu Anda mempelajari berbagai ilmu untuk membangun bisnis yang lebih kuat, mulai dari mindset, ide bisnis, produksi, marketing, permodalan, keuangan, hingga SDM. Akses 500+ kelas hanya Rp50.000/bulan dan tingkatkan kemampuan bisnis sekaligus membangun karakter sebagai pengusaha yang dapat dipercaya.

Kesimpulan

Karakter pengusaha memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang menjalankan bisnis. Amanah dalam mengelola kepercayaan, jujur dalam menyampaikan informasi, menepati janji kepada pelanggan dan mitra, serta bermurah hati dalam bertransaksi merupakan sikap yang dapat membangun reputasi dan hubungan bisnis yang sehat.

Menjadikan Rasulullah ﷺ sebagai teladan berarti berusaha menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika menjalankan usaha. Bisnis yang baik tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga berusaha menjaga kepercayaan, memenuhi hak pihak lain, dan memberikan manfaat kepada konsumen.

FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan

Mengapa amanah penting dalam menjalankan bisnis?

Karena bisnis dibangun di atas kepercayaan. Pengusaha dipercaya mengelola uang, barang, data, pesanan, atau kepentingan pelanggan dan mitra. Menjaga kepercayaan tersebut dapat membantu membangun reputasi bisnis dalam jangka panjang.

Bagaimana cara menerapkan kejujuran dalam berjualan?

Sampaikan kondisi produk sebagaimana adanya, termasuk kualitas, ukuran, kekurangan, harga, dan ketentuan layanan. Hindari membuat klaim yang tidak dapat dibuktikan hanya untuk membuat konsumen tertarik membeli.

Apakah memberikan diskon selalu lebih baik daripada mempertahankan margin keuntungan?

Tidak selalu. Diskon sebaiknya tetap dihitung berdasarkan biaya, margin, kondisi stok, dan tujuan bisnis. Bermurah hati kepada konsumen tidak berarti bisnis harus terus-menerus menjual di bawah biaya atau mengabaikan kesehatan keuangan usaha.

Bagaimana jika pengusaha tidak mampu memenuhi janji kepada pelanggan?

Segera komunikasikan kondisi tersebut kepada pihak yang terdampak. Jelaskan kendalanya, jangan menghilang, dan jika memungkinkan tawarkan solusi yang wajar. Komunikasi yang terbuka dapat membantu menjaga kepercayaan meskipun terjadi masalah.

Apakah karakter yang baik saja cukup untuk membuat bisnis sukses?

Karakter yang baik merupakan fondasi penting, tetapi tetap perlu disertai kemampuan bisnis. Pengusaha juga perlu memahami produk, pelanggan, pemasaran, keuangan, operasional, dan pengelolaan tim agar nilai-nilai yang baik dapat diwujudkan dalam bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

 

Penulis

Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.

 

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Thumbnail
Apa Itu UMKM? Pengertian, Jenis, Kriteria, dan Contohnya

Apa Itu UMKM?  UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yaitu kelompok usaha yang memiliki skala usaha tertentu dan menjadi bagian penting dalam perekonomian Indonesia....

Yudha Adhyaksa

19 Aug 2026

Thumbnail
Gufron Syarif: Dari Bankir hingga Membangun Bisnis HAUS!

Tahukah Anda, owner "HAUS" member SekolahUMKM? Ini kisahnya! Kisah Member SekolahUMKM: Gufron Syarif "HAUS" Dengan lebih dari 200 cabang yang tersebar di belasan kota be...

Yudha Adhyaksa

19 Aug 2026

Thumbnail
Irresistible Offer UMKM: Cara Membuat Penawaran Sulit Ditolak Pembeli

“Produk sudah bagus, tapi kenapa orang tetap nggak jadi beli?” Ini situasi yang sangat umum. Kamu sudah: Pilih bahan terbaik Jaga kualitas Tentukan harga yang kompetitif...

Yudha Adhyaksa

19 Aug 2026

Daftar Sekarang

Ilmu Pengusaha Syariah

Terlengkap

Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan

Langganan Sekarang Image