background

Artikel

Produk Halal 6 Aturan Syariah dalam Jual Beli

Yudha Adhyaksa

24 Nov 2024

Cover

Ingat, kehalalalan produk sudah dimulai sejak pemilihan bahan baku, pemrosesan hingga berbentuk produk jadi. Dengan begitu kita bisa pastikan tidak masuk unsur haram sedikitpun.

Mengapa harus begitu? Karena kalau dari proses produksi saja sudah curang, hampir bisa dipastikan mereka akan lanjutkan perbuatan curangnya.

Hukum syariah melarang keharaman sekecil apapun. Ibarat pepatah, ‘gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga’. Hilang sudah keberkahan jual belinya kelak karena ternodai perbuatan haram sejak proses produksi.

Tak ayal, perbuatan curang segelintir pedagang ini mencoreng reputasi pedagang jujur secara umum karena berita buruk lebih cepat tersebar daripada berita baik.

Disinilah perlunya Anda memiliki ilmu sebelum berdagang.

Seorang pengusaha Muslim harus mengerti apa saja terkait produk yang dilarang. Jika Anda mempunyai ide atau konsep untuk meluncurkan sebuah produk, ada beberapa tahapan yang harus di cek untuk memastikan produk baru ini tidak masuk dalam larangan syariah.

Perhatikan 6 Aturan Syariah Terkait Jual Beli Produk

Ada 6 aturan syariah terkait produk atau jasa yang hendak dijual.

Tidak Mengandung Zat Najis

Pertama-tama cek dulu apakah mengandung zat najis?

Mungkin saat ini kita tidak tahu apa alasan Allah, ini tidak mengapa. Yang jelas harus diimani dan dihindari.

Bukan Produk Haram

Lalu cek juga apakah masuk dalam kelompok benda haram?

Terkadang zat nya tidak najis tapi menjadi haram karena ada dalil mengharamkannya. Dalil haram ini bisa secara implisit melarang benda secara umum lalu Ulama menafsirkan detailnya.

Untungnya bagi manusia, jumlah produk haram lebih sedikit dari produk halal jadi Anda tinggal mengingat apa saja produk haram lalu hindari.

Tidak Menjual Benda Halal Untuk Tujuan Haram

Sebuah benda halal juga bisa jadi haram bila diketahui pasti akan dipakai untuk tujuan haram.

Contoh:

- Buku yang halal bisa jadi haram jika isinya merusak akidah Muslim.

Tidak Ada Unsur Ketidakjelasan Tinggi

Pembeli tentu maunya membeli barang yang jelas.

Jelas isi, bentuk, tampilan, berat dan manfaatnya. Bayangkan Anda calon Pembeli menerima tawaran benda kurang jelas, pasti  tidak mau bukan?  Karena Anda membayangkan jangan-jangan hasil yang nanti didapat berbeda dengan yang Anda bayangkan saat akad.  

Jadi saat Anda sedang membuat barang / jasa yang inovatif, belum pernah ada di pasaran, tanyalah diri sendiri apa komposisinya / spesifikasinya cukup jelas dimengerti calon Pembeli sebelum menawarkannya?

Proses Produksinya Halal

Pastikan seluruh prosesnya bersih dari cara-cara haram.

Kerjakan proses produksi dengan cara halal meski lama selesainya sehingga harga jual jadi lebih tinggi. Ini berarti Anda harus berpikir kreatif bagaimana menyelesaikan lebih cepat. Jangan malah sibuk mencari jalur pintas lantas memakai cara haram, seperti mencuri listrik tetangga, memakai material kurang layak supaya murah, dan menyuap orang demi memangkas proses produksi.

Tidak Terkena Larangan Jual Beli Lainnya

Ada tempat tertentu dan waktu terlarang untuk Anda berjual beli. Saya akan kupas detilnya di pembahasan berikutnya.

Pastikan Produk UMKM Sesuai Syariah di SekolahUMKM.com

Produk yang halal bukan hanya dilihat dari hasil akhirnya, tetapi juga perlu diperhatikan sejak pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga menjadi produk yang siap dijual. Pelaku UMKM perlu memahami aturan syariah agar produk atau jasa yang ditawarkan tidak mengandung zat najis, bukan produk haram, tidak digunakan untuk tujuan haram, tidak mengandung ketidakjelasan yang tinggi, serta diproduksi dengan cara yang halal.

Pelajari lebih banyak ilmu bisnis syariah dan cara membangun UMKM yang sesuai prinsip Islam melalui 500+ kelas di SekolahUMKM.com hanya Rp50.000/bulan.

Kesimpulan

Kehalalan produk perlu diperhatikan sejak awal proses bisnis, bukan hanya ketika produk sudah selesai dibuat. Bahan baku, kandungan produk, tujuan penggunaan, kejelasan spesifikasi, proses produksi, hingga aturan jual belinya perlu diperiksa agar tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Bagi pengusaha Muslim, memahami aturan ini menjadi bagian penting sebelum meluncurkan produk atau jasa. Dengan ilmu yang cukup, pelaku UMKM dapat menghindari cara-cara yang haram dan membangun bisnis yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menjaga keberkahan transaksi.

FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan

Apakah produk halal cukup dilihat dari bahan bakunya?

Tidak. Kehalalan perlu diperhatikan secara menyeluruh, termasuk bahan, proses produksi, tujuan penggunaan, serta cara produk tersebut diperjualbelikan.

Apakah produk halal bisa menjadi terlarang karena cara produksinya?

Cara produksi juga perlu diperhatikan. Misalnya, proses yang menggunakan pencurian, penipuan, suap, atau cara haram lainnya dapat menimbulkan masalah dari sisi syariah meskipun produknya sendiri halal.

Mengapa kejelasan produk penting dalam jual beli?

Pembeli perlu mengetahui apa yang dibelinya, termasuk spesifikasi, bentuk, jumlah, manfaat, dan kondisi produk. Kejelasan membantu menghindari ketidakpastian yang dapat menimbulkan perselisihan.

Bagaimana UMKM memastikan produk baru sesuai syariah?

Sebelum dijual, periksa bahan dan kandungannya, tujuan penggunaannya, spesifikasi produk, proses produksinya, serta ketentuan jual beli yang berkaitan dengan produk tersebut.

Apakah produk halal tetap boleh dijual jika akan digunakan untuk tujuan haram?

Penggunaan produk perlu diperhatikan. Jika penjual mengetahui secara pasti bahwa barang halal tersebut akan digunakan untuk tujuan yang dilarang, kondisi tersebut perlu dikaji berdasarkan ketentuan syariah yang berlaku.

 

Penulis

Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Thumbnail
Apa Itu UMKM? Pengertian, Jenis, Kriteria, dan Contohnya

Apa Itu UMKM?  UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yaitu kelompok usaha yang memiliki skala usaha tertentu dan menjadi bagian penting dalam perekonomian Indonesia....

Yudha Adhyaksa

19 Aug 2026

Thumbnail
Gufron Syarif: Dari Bankir hingga Membangun Bisnis HAUS!

Tahukah Anda, owner "HAUS" member SekolahUMKM? Ini kisahnya! Kisah Member SekolahUMKM: Gufron Syarif "HAUS" Dengan lebih dari 200 cabang yang tersebar di belasan kota be...

Yudha Adhyaksa

19 Aug 2026

Thumbnail
Irresistible Offer UMKM: Cara Membuat Penawaran Sulit Ditolak Pembeli

“Produk sudah bagus, tapi kenapa orang tetap nggak jadi beli?” Ini situasi yang sangat umum. Kamu sudah: Pilih bahan terbaik Jaga kualitas Tentukan harga yang kompetitif...

Yudha Adhyaksa

19 Aug 2026

Daftar Sekarang

Ilmu Pengusaha Syariah

Terlengkap

Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan

Langganan Sekarang Image