Artikel
Yudha Adhyaksa
02 Nov 2024
Tahukah Anda, meskipun banyak orang sudah belajar ilmu Developer, tetap saja mereka gagal.
Lho kok bisa begitu?
Developer Property Syariah sama seperti pelaku bisnis lain, bisa gagal karena bisnis bukanlah hal yang pasti. Tidak ada satupun mentor, sebesar apapun modal Anda, setinggi apapun ilmu Anda yang bisa menjamin Anda sukses di bisnis.
Mari melihat 3 penyebab umum kegagalan mereka, yang jika Anda hindari berpeluang sukses lebih besar menjadi Developer.
Jadi, Anda mau jadi Developer Property Syariah yang benar? Lakukanlah sebaliknya.
Menjadi developer property syariah membutuhkan lebih dari sekadar modal dan ilmu. Bisnis property memiliki risiko dan tidak ada mentor, modal, atau ilmu yang dapat menjamin seseorang pasti sukses.
Di SekolahUMKM.com, kamu bisa mempelajari bisnis developer dari berbagai sisi, mulai dari mindset, mencari dan menegosiasikan tanah, permodalan, akad, marketing, hingga pengelolaan keuangan. Tersedia 500+ kelas dengan akses hanya Rp50.000/bulan.
Kegagalan menjadi developer property syariah dalam artikel ini dirangkum ke dalam tiga penyebab utama: tidak mau keluar dari zona nyaman, mudah menyerah, dan mengabaikan prinsip syariah dalam menjalankan bisnis.
Menjadi developer membutuhkan kemauan untuk terus belajar, mencari tanah, membangun jaringan, bernegosiasi, dan bekerja sama dengan berbagai pihak. Di sisi lain, aspek syariah perlu diperhatikan mulai dari mindset, permodalan, kepemilikan tanah, akad, pembangunan, pengelolaan keuangan, hingga aktivitas pemasaran. Dengan memahami risiko dan mempersiapkan setiap aspek secara lebih matang, peluang untuk menjalankan bisnis developer secara berkelanjutan dapat menjadi lebih baik.
Bisa saja, tergantung model bisnis dan struktur kerja sama yang digunakan. Salah satu pendekatan yang dibahas dalam artikel adalah bekerja sama dengan pemilik tanah melalui skema syirkah sehingga kebutuhan modal awal dapat berbeda dibandingkan membeli tanah secara tunai.
Tidak harus. Namun, calon developer perlu mempelajari aspek penting seperti analisis tanah, legalitas, negosiasi, permodalan, pembangunan, pemasaran, keuangan, dan akad agar tidak hanya mengandalkan keberanian.
Tanah merupakan salah satu komponen utama proyek property. Kemampuan menemukan tanah yang sesuai, memeriksa legalitasnya, membangun hubungan dengan pemilik, dan melakukan negosiasi dapat memengaruhi kelayakan sebuah proyek.
Developer perlu memperhatikan sumber modal, kepemilikan dan status tanah, akad dengan pembeli maupun mitra, pelaksanaan pembangunan, pengelolaan dana, serta cara pemasaran. Setiap transaksi sebaiknya memiliki akad dan mekanisme yang jelas serta menghindari unsur yang bertentangan dengan prinsip syariah.
Tidak otomatis. Developer memang membutuhkan kemampuan membangun jaringan dan berkomunikasi dengan pemilik tanah, investor, kontraktor, pembeli, serta pihak lainnya. Kemampuan tersebut dapat dilatih tanpa harus mengubah kepribadian menjadi seorang ekstrovert.
Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.
Artikel
Banyak orang ingin punya usaha sendiri. Capek jadi karyawan. Ingin waktu lebih fleksibel. Mau punya penghasilan lebih besar. Pengen membangun sesuatu milik sendiri. Keinginan itu bagus. Ta...
Yudha Adhyaksa
13 Aug 2026
“Omzet ada… tapi kok uangnya nggak pernah ada?” Ini masalah yang sering banget kejadian di pelaku UMKM. Jualan jalan. Order masuk. Kadang bahkan lagi ramai-ramainya. Tapi...
Yudha Adhyaksa
13 Aug 2026
Pernah nggak kamu ngerasa capek sendiri jualan? Sudah posting tiap hari. Sudah foto produk berkali-kali. Sudah upload story, reels, bahkan ikut tren. Tapi hasilnya… Sepi. Yang lik...
Yudha Adhyaksa
12 Aug 2026
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan