Artikel
Yudha Adhyaksa
01 Dec 2024
Ketika dunia tak lagi sama….
Pengamat mengatakan dunia tak akan bisa normal lagi... Bagaimana tidak? Lihatlah ketidak normalan sekarang.
Kemenaker merilis data per 31 Juli 2020 terjadi PHK 3.500.000 orang baik sektor formil maupun informil.
Ribuan hotel2 berguguran karena tak ada tamu dan event …
Expor impor terganggu karena banyak perbatasan ditutup …
Puluhan ribu perusahaan manufaktur tutup …
Bagaimana menghidupi keluarga? Bayar sekolah anak?
Kerja apa sekarang?
Distributor, supermarket, retailer ‘merumahkan’ ribuan pegawai dengan janji dipekerjakan lagi, tapi sampai kapan? Akhir tahun?
Pejabat yang membuat kebijakannya saja di PHK …
Percayalah saya tahu perasaannya.
Sangat tidak enak kehilangan pekerjaan yang dicintai apalagi kalau tiba-tiba jadi membebani orang lain.
Namun Anda tidak boleh putus harapan, walau semua jalan seolah-olah tertutup. Manusia terbukti spesies paling kuat bertahan menghadapi kerasnya perubahan zaman. Bisa jadi ada hikmah dibaliknya yang Allah minta kita renungkan.
Lalu apa solusinya?
“Jangan cuma bisa ngompori doang, tapi gak bisa kasih solusi konkrit!”
Pertama, dekatkan diri pada Allah.
Itulah solusi paling konkrit karena hanya Allah yang membuat kepastian di muka bumi ini. Apapun yang Allah inginkan pasti terwujud. Apalagi bagi orang yang meninggalkan keburukan karena Allah, pasti Allah tolong kok!
Kedua, berbisnislah.
Setiap orang kondisinya unik, tidak akan sama. Dan ini jelas mempengaruhi caranya merintis bisnis. Ada yang menunggu semuanya menjadi ideal ; punya modal besar, setelah punya toko dulu, tabungan pribadi cukup untuk 1 tahun dulu, berilmu dulu yang cukup…
Dalam kondisi terpaksa di PHK, dimana tabungan hanya cukup buat bertahan hidup maka saya sarankan pilihlah opsi paling murah yaitu berilmu sebelum berbisnis. Dengan begitu Anda bisa terhindar dari kerugian besar jika tidak berilmu.
Inilah 4 tanda yang jika Anda merasakannya bisa menjadi motivasi berbisnis.
Anda ingin potensi penghasilan tak terbatas.
Anda rela bekerja dimanapun, kapanpun Anda mau dan menjual ke siapapun. Tekad Anda membara meski diremehkan banyak orang.
Boleh-boleh saja keluar dari pekerjaan mapan asal Anda siap membanting gaya hidup menjadi sangat sederhana di waktu lama karena diawal penghasilan bisnis pasti dibawah gaji. Jika Anda siap menerima konsekuensi itu, berarti siap menjadi pengusaha.
Apakah ada orang seperti itu? Ada.
Ada jenis orang yang tidak mau lagi berada di zona nyaman. Mereka mau keluar dari dunia kerja sekarang yang monoton karena yakin potensinya bisa lebih maksimal diluar sana daripada didalam perusahaan.
Mereka ingin mencoba sesuatu yang baru, liar dan menantang adrenalin. Orang seperti ini tidak mau hidup yang biasa-biasa saja. Mereka ingin keluar dari lingkungannya karena terlalu nyaman.
Dalam diri orang-orang tertentu, tersembunyi jiwa petualang yang bebas. Ingin lepas berkreasi tanpa terkekang aturan perusahaan terkait jam kerja, cara kerja, dan tempat kerjanya.
Bisa jadi Anda cocok berbisnis karena Anda akan temukan suasana baru terus setiap hari. Selalu ada masalah untuk dipecahkan, resiko kegagalan untuk diantisipasi, strategi baru untuk dibuat. Hidup menjadi lebih berwarna.
Menyenangkan bukan?
Zaman sekarang susah mencari pekerjaan halal dari hulu ke hilir.
Kebanyakan pekerjaan bergaji besar ada di Lembaga Keuangan Riba. Perusahaan umum memang banyak yang bisnisnya halal, tapi di bagian tertentunya haram karena memfasilitasi transaksi riba. Akhirnya Anda akan tolong menolong berbuat kemaksiatan. Belum lagi budaya menyuap yang mengakar.
Inilah jenis-jenis pekerjaan haram yang harus ditinggalkan.
Seperti Bank, BPR, Asuransi, Pegadaian, Koperasi Simpan Pinjam, Financial Technology (Fintech), Jasa Tarik Tunai, tidak halal bekerja di bagian manapun karena pendapatan terbesarnya dari produk ribawi tersebut.
Dasar larangannya adalah:
“Rasulullah ﷺ melaknat pemakan riba, penyetor riba, penulis transaksi riba dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba. Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim)
Lembaga Keuangan Riba biasanya bekerjasama dengan perusahaan umum untuk membantunya. Seperti satpam, supir, jasa pemeliharaan AC, IT, servis photocopy, cleaning service, tukang taman.
Kehadiran mereka justru membuat aktivitas ribawi semakin sempurna berkembangya. Menjadikan kantornya semakin aman dan nyaman bertransaksi riba.
Dilarang karena melanggar syariat :
“Janganlah kalian saling tolong menolong dalam dosa dan melanggar batasan Allah” (QS. Al Maidah: 2)
Apapun pekerjaannya yang membawa mereka bertransaksi riba. Jika berurusan langsung akan menjadi pelaku riba dengan dosa yang teramat besar.
Namun jika hanya membantu pelaku riba, akan terkena dosa tolong menolong berbuat kemaksiatan. Walau dosanya lebih kecil kecil dari dosa riba tapi jika diulangi terus menerus berubah menjadi dosa besar juga.
Antara lain :
Bekerja di perusahaan manapun baik dipaksa ataupun tanpa paksaan.
Di semua industri yang pendapatan terbesarnya dari penjualan produk haram (bir, babi) maka tidak halal bekerja disemua bagiannya.
Jika produksi produk haram kecil, yang berdosa bagian yang terlibat langsung seperti produksi dan pemasaran.
Semua pekerjaan melibatkan suap menyuap, memeras, menipu, mencuri, me-mark up harga penjualan / biaya, mengambil order perusahaan untuk pribadi, mengurangi spesifikasi material, membunuh orang, berjudi, korupsi.
Dengan alasan apapun, karena mengejar deadline ketat, sering meeting hingga jam shalat usai, proyek yang menguras banyak waktu.
Pekerjaan mengharuskannya membuat salib, bunga Valentine, pohon Natal, kartu ucapan Selamat Natal, kue Merry Christmas.
Kehilangan pekerjaan atau keinginan meninggalkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah dapat menjadi momentum untuk membangun sumber penghasilan baru. Namun, berbisnis juga membutuhkan ilmu, keberanian, kesiapan menghadapi risiko, dan kemauan untuk memulai dari kondisi yang sederhana.
Pelajari mindset dan strategi memulai bisnis melalui 500+ kelas di SekolahUMKM.com hanya Rp50.000/bulan.
Berbisnis dapat menjadi salah satu pilihan ketika seseorang kehilangan pekerjaan, ingin keluar dari zona nyaman, atau ingin meninggalkan pekerjaan yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip syariah. Namun, keputusan menjadi pengusaha sebaiknya tidak hanya didorong oleh keadaan atau keinginan mendapatkan penghasilan tanpa batas.
Kesiapan berbisnis juga perlu disertai kemampuan menerima risiko, menyesuaikan gaya hidup, terus belajar, dan menghadapi berbagai masalah yang muncul dalam perjalanan usaha. Terutama ketika modal terbatas, berilmu sebelum berbisnis dapat menjadi langkah penting agar kesalahan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Bagi Muslim, memilih sumber penghasilan juga perlu mempertimbangkan prinsip halal dan haram. Karena itu, sebelum meninggalkan pekerjaan dan memulai bisnis, pahami terlebih dahulu kondisi diri, model bisnis yang akan dijalankan, serta konsekuensi yang harus siap dihadapi.
Bisa. Kondisi tersebut dapat menjadi kesempatan untuk membangun sumber penghasilan baru, tetapi tetap perlu mempertimbangkan kemampuan, kebutuhan hidup, modal, keterampilan, dan risiko usaha.
Beberapa tanda yang dibahas dalam artikel ini antara lain memiliki keinginan meningkatkan potensi penghasilan, siap keluar dari zona nyaman, memiliki jiwa petualang, dan ingin meninggalkan pekerjaan yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip syariah.
Tidak selalu. Bisnis dapat dimulai sesuai kemampuan. Jika modal terbatas, salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan adalah memperkuat ilmu terlebih dahulu dan memilih model bisnis dengan kebutuhan modal yang lebih rendah.
Karena keputusan bisnis yang salah dapat menimbulkan kerugian. Pengetahuan tentang pasar, produk, pemasaran, keuangan, dan operasional membantu calon pengusaha mengurangi kesalahan saat memulai usaha.
Tidak selalu. Keputusan tersebut bergantung pada kondisi masing-masing. Jika masih memungkinkan, seseorang dapat mempersiapkan bisnis dan sumber penghasilan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan meninggalkan pekerjaan.
Pelajari terlebih dahulu status pekerjaan tersebut berdasarkan sumber ilmu yang terpercaya. Setelah itu, persiapkan alternatif penghasilan yang halal dan realistis agar proses perpindahan pekerjaan atau profesi dapat dilakukan dengan lebih terencana.
Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.
Artikel
Pada umumnya, Project Management Plan (manajemen proyek) berisi penjelasan bagaimana rencana-rencana dan keputusan suatu proyek akan dijalankan. Secara sederhana, isi dari manajemen proyek b...
Yudha Adhyaksa
07 Sep 2021
Banyak hal yang harus anda persiapkan untuk memulai terjun di dunia bisnis atau wirausaha dalam bidang IT yang menjanjikan ini. Anda perlu untuk memastikan faktor persaingan pasar, kebutuhan...
Yudha Adhyaksa
07 Sep 2021
Cara Pengusaha Muslim Rekrut dan Pecat Staff Cerdas lah dalam memilih Staf – Kita semua tahu bahwa SDM (baca: staf) sangat penting bagi sebuah bisnis. Tanpa mereka, bisnis sulit berkembang. A...
Yudha Adhyaksa
07 Sep 2021
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan