Artikel
Yudha Adhyaksa
28 Nov 2024
Kiat melunasi utang ini dapat dijalankan oleh semua orang. Namun seberapa cepatnya atau setinggi apa kemungkinan keberhasilannya sangat tergantung pada besarnya usaha dan komitmennya untuk melunasi utang.
Bisa jadi ketidakmampuan melunasi utang karena tidak tahu jumlah utang yang dimiliki. Bayangkan, bila seseorang tidak mempunyai gambaran jelas nilainya dan kepada siapa saja dia berutang, bagaimana dia mampu menetapkan target?
Maka daftar utang sangat penting dan minimal memuat poin sebagai berikut
|
NO |
KREDITUR |
POKOK UTANG |
BUNGA |
DENDA |
JATUH TEMPO |
|
|
|
|
|
|
Penjelasan.
Dahulukan membayar utang yang nilainya terkecil.
Karena setiap utang yang telah dilunasi memberi kepuasan batin walau kecil nilainya. Akan meningkatkan kepercayaan diri untuk membayar utang berikutnya dengan nilai lebih besar.
Dengan menutupnya, akan menciptakan suasana keterpaksaan untuk segera melunasi utang karena tidak bisa gali lubang tutup lubang lagi. Selain itu terhindar dari biaya iuran tahunan.
Segeralah jual apapun aset yang bisa dijadikan uang. Bisa berupa tanah, rumah, perhiasan atau kendaraan. Tekadkan dalam hati kalau kita akan tetap membayar pokok utang meskipun itu berasal dari Bank ribawi.
Apabila tidak berhasil menjual, kembalikan aset tersebut kepada Bank atau leasing.
Tambahkan dengan pekerjaan paruh waktu untuk memperbesar penghasilan antara lain broker properti, reseller barang online, pekerja malam, penerjemah dan lainnya.
Teruslah berusaha karena usaha itu juga bagian dari tawakal. Jangan lupa untuk terus meluruskan niat.
Hiduplah lebih sederhana dan selalu merasa cukup
Turunkan gaya hidup, jangan terlalu banyak gengsi. Evaluasi semua pengeluaran dan jangan sungkan-sungkan menyetop aktivitas berbiaya kecil tapi sering seperti minum kopi di coffee shop, membeli camilan setiap hari dan sebagainya.
Teruslah bersedekah dalam keadaan sempit walau nilainya kecil. Iringi dengan doa dan berserah dirilah karena hanya Allah satu-satunya yang bisa membantu kita ketika sedang dalam kesulitan.
Ikutilah doa Rasulllah supaya masalah utang cepat selesai.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berbuat dosa dan sulitnya hutang.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Nabi bersabda,
“Siapa saja yang meminjam harta orang lain dengan niat mengembalikannya, niscaya Allah akan melunasi utangnya. Siapa yang meminjam harta orang lain untuk dia habiskan maka Allah akan memusnahkannya.” (HR. Bukhari 18 & Ibn Majah 2504).
Jangan main-main dengan utang. Kalau sampai seseorang memiliki niat tidak mau melunasi ketika meminjam, maka ia akan dihukumi sebagai pencuri di akhirat sebagaimana sabda Nabi:
“Siapapun yang berutang, dan dia berniat untuk tidak mengembalikannya, maka ketika mati, dia akan ketemu Allah sebagai pencuri.” (Ibn Majah 2502 dan dishahihkan al-Albani)
Misal, utang seseorang diawal Rp. 20.000.000. Setelah dicek per akhir bulan ini, tinggal Rp. 15.000.000. Maka secara syariah yang wajib dibayar Rp. 15.000.000 saja dan tuntas seluruh urusan walau hukum positif tetap mewajibkan pembayaran atas bunga dan dendanya.
Tinggal dinegosiasi ulang supaya klausul ribanya (bunga & denda) dihapus sehingga tidak menjadi pemberi riba.
Utang bisa menghambat perkembangan UMKM jika tidak dikelola dengan baik. Pelajari cara mengatur keuangan, mengendalikan pengeluaran, dan meningkatkan kemampuan bisnis melalui 500+ kelas di SekolahUMKM.com dengan biaya Rp50.000/bulan.
Melunasi utang membutuhkan keberanian untuk menghadapi kondisi keuangan secara nyata, membuat daftar utang, menentukan prioritas, mengurangi pengeluaran, menjual aset bila diperlukan, dan meningkatkan penghasilan. Yang paling penting adalah memiliki komitmen untuk menyelesaikan kewajiban dan tidak menambah utang tanpa perhitungan.
Bagi pelaku UMKM, pengelolaan utang perlu dibarengi dengan pengelolaan arus kas yang disiplin agar pendapatan usaha tidak habis untuk menutup kewajiban. Jika terdapat unsur bunga atau denda, upayakan mencari penyelesaian dan negosiasi yang sesuai dengan kondisi dan prinsip syariah.
Catat seluruh utang secara lengkap, termasuk kreditur, pokok utang, bunga, denda, dan jatuh tempo. Dengan begitu, kondisi utang dapat terlihat secara jelas.
Salah satu metode yang dapat digunakan adalah melunasi utang dengan nominal terkecil terlebih dahulu. Namun, pertimbangkan juga bunga, denda, jatuh tempo, dan risiko masing-masing utang sebelum menentukan prioritas.
Jika kondisi keuangan sangat terbebani, menjual aset yang tidak terlalu penting dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi utang. Keputusan sebaiknya mempertimbangkan nilai aset dan kebutuhan hidup maupun usaha.
Selain mengurangi pengeluaran, tingkatkan pendapatan melalui penjualan atau pekerjaan tambahan yang realistis. Pastikan tambahan penghasilan tersebut diarahkan untuk mempercepat pelunasan, bukan menambah gaya hidup.
Sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan tanpa mengabaikan kewajiban membayar utang dan kebutuhan pokok. Jangan sampai sedekah menyebabkan kewajiban kepada kreditur semakin terabaikan.
Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.
Artikel
Kenyataan di Lapangan yang Sering Terjadi Banyak pelaku UMKM sudah capek promosi ke mana-mana. Posting tiap hari. Broadcast tiap minggu. Kadang ikut iklan juga. Tapi hasilnya tetap naik tur...
Yudha Adhyaksa
19 Aug 2026
Utang sering kali menjadi beban berat dalam hidup seseorang. Terlebih jika utang tersebut mengandung unsur riba, maka bebannya bukan hanya secara finansial, tetapi juga secara spiritual. Setiap ora...
Yudha Adhyaksa
19 Aug 2026
Ada fase dalam hidup yang rasanya tidak sesederhana hitam dan putih. Di satu sisi, kamu bertemu laki-laki yang secara umum “ideal”: sikapnya baik tanggung jawab tidak kasar...
Yudha Adhyaksa
19 Aug 2026
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan