Artikel
Yudha Adhyaksa
29 Nov 2024
Siapa bilang tugas marketing hanya jualan? Tidak!
Tugas marketing itu luas bung, orang yang mau jadi marketing haruslah menguasai 9 disiplin ilmu ini.
Tidak perlu sampai menguasai ke 'tulang' nya, tapi paling tidak 'kulitnya' lantas berimprovisasi supaya tugas menjualnya lebih lancar. Dengan begitu uang masuk ke proyek menjadi lancar.
Jika Anda seorang Developer sedang kebingungan proyek tidak laku, bisa jadi Anda belum memaksimalkan aktivitas marketing. Mulai sekarang juga, jangan mengeluh karena Anda belum melakukan semua upaya marketing. Semoga setelah tahu ilmu marketing yang benar, Anda dapat menerapkannya dan penjualan meningkat atas izin Allah.
Inilah 9 disiplin ilmu ini yang harus Anda jalankan sebelum, sedang dan sesudah aktivitas pemasaran.
Tahu apa itu riba, bisa mengedukasi riba dengan sederhana, akad yang syar'i, kenapa konsumen harus menghindari beli rumah dengan kredit riba.
Paham status terkini demi rasa aman ke pembeli. Jelaskan jenis suratnya, perizinan sampai mana, rekam jejak proyek sebelumnya.
Tanpa menetapkan anggaran, modal syirkah bisa tergerus. Inilah kelemahan pemula yang tidak mau berpikir panjang. Dengan tahu batasan anggaran, marketer lebih kreatif untuk penggunaan biayanya di kampanye media, iklan FB, fee, gimmick. Selanjutnya bisa fokus pada upaya pemasaran yang menghasilkan hasil maksimal dengan biaya paling sesuatu.
Paham dasar ilmu design, copywriting dan videography agar cepat & efisien. Anda bisa merekrut orang, tapi tidak bisa melepasnya. Anda harus kontrol hasilnya agar disain, copywritingnya sesuai keinginan Anda.
Anda harus jadi orang paling jago membaca karakter dan bahasa tubuh calon Pembeli. Jadi Anda bisa ajarkan ke tim cara negosiasi efektif sesuai calon Pembeli.
Fasih menjelaskan pasal demi pasal, tahu cara menghitung nilai adendum karena calon konsumen terkadang mengubah pikiran. Anda harus berani menjelaskan konsekuensi akad jika konsumen terjadi wanprestasi
Kelemahan utama pemula adalah di follow up, meskipun punya CS tapi Developer jarang mengontrol progres follow up. Alasannya klise, karena tidak tahu kemana mengeceknya. Makanya Anda harus paham:
Intinya olahlah data yang masuk dengan disiplin
Lagi-lagi, tanpa manajemen yang ada marketer menjalani hari dengan aktivitas sia-sia. Anda harus memanajemen semua hal agar hasilnya optimal.
Penting untuk closing massal. Khusus Anda yang membuka proyek puluhan hingga ratusan unit, Anda harus bisa public speaking. Tapi sebelum Anda lakukan itu, Anda harus merencanakan sales funnel dengan sempurna agar leads (calon pembeli) setelah masuk ke tangan CS bisa hadir di tempat Anda lakukan selling on the stage.
Marketing developer bukan sekadar menjual rumah. Anda perlu memahami fiqh muamalah, legalitas, anggaran, digital marketing, negosiasi, akad, follow up, manajemen, hingga selling on the stage. Pelajari praktiknya melalui 500+ kelas di SekolahUMKM.com dengan biaya Rp50.000/bulan.
Marketing developer property syariah membutuhkan kemampuan yang lebih luas daripada sekadar menawarkan produk dan melakukan closing. Marketer perlu memahami aspek syariah, legalitas, keuangan, pemasaran, negosiasi, akad, pengelolaan data calon pembeli, hingga manajemen tim.
Semakin lengkap kemampuan tersebut, semakin besar peluang aktivitas marketing berjalan terarah dan menghasilkan penjualan. Karena itu, jangan hanya mengejar jumlah leads, tetapi pastikan seluruh proses dari calon pembeli masuk hingga akad dikelola dengan disiplin.
Tidak. Marketing juga perlu memahami produk, legalitas, akad, calon pembeli, anggaran pemasaran, follow up, dan proses penjualan agar dapat bekerja secara efektif.
Karena calon pembeli membutuhkan informasi yang jelas mengenai status tanah, perizinan, dan proyek yang ditawarkan. Pemahaman ini juga membantu marketer menjelaskan produk dengan lebih meyakinkan.
Karena tidak semua calon pembeli langsung melakukan survei atau akad. Data leads perlu dikelola dan dipantau agar marketer mengetahui posisi setiap calon pembeli dalam sales funnel.
Ya. Developer tidak harus mengerjakan semuanya sendiri, tetapi perlu memahami dasarnya agar dapat mengarahkan tim dan menilai apakah hasil pemasaran sudah sesuai target.
Karena setiap calon pembeli memiliki kebutuhan dan karakter berbeda. Kemampuan negosiasi membantu marketer memahami calon pembeli dan menemukan solusi yang sesuai tanpa mengabaikan ketentuan akad.
Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.
Artikel
“Kami tidak memaksa debitur mengambil kredit. Kami (Bank dengan debitur) melakukan ini atas dasar saling tolong menolong. Jadi sah-sah saja kalau Bank mendapat bunga dari pinjaman. Yang penting...
Yudha Adhyaksa
02 Feb 2024
Pengusaha pemula seringkali bingung dalam hal membuat keputusan bisnis. Terlebih saat ia menemukan masalah-masalah baru yang belum pernah dialami sebelumnya. Misalnya tentang pencatatan keuangan. Suda...
Yudha Adhyaksa
01 Feb 2024
Ingat ya, syariah bukan hanya slogan maupun pemanis jualan. Bukan juga sekadar akad agar jual belinya halal di mata ulama. Dan bukan pula kedok pakaian menutup aurat bagi owner dan karyawan. Syariah a...
Yudha Adhyaksa
31 Jan 2024
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan