background

Artikel

Cara Cerdik Pilih Tanah Property Syariah

Yudha Adhyaksa

17 Nov 2024

Cover

Dalam mencari tanah untuk proyek property, jangan terjebak mencari tanah yang 100% sempurna. Hampir setiap tanah pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada yang harganya murah tetapi lokasinya kurang ideal, ada yang lokasinya bagus tetapi membutuhkan biaya pematangan besar, dan ada pula yang memiliki banyak kendala tetapi menawarkan kemudahan pembayaran.

Karena itu, tugas Anda sebagai Developer bukan sekadar mencari tanah yang terlihat bagus, tetapi membandingkan seluruh faktor positif dan faktor negatif secara objektif. Temukan tanah yang memiliki FAKTOR POSITIF lebih banyak dan lebih kuat daripada FAKTOR NEGATIF.

Bahkan, terkadang satu faktor positif yang sangat besar—misalnya harga jauh di bawah pasar atau pembayaran yang sangat lunak—bisa menjadi penentu bahwa tanah tersebut tetap menarik untuk dikembangkan meskipun memiliki beberapa kekurangan.

Jadi, jangan buru-buru mengatakan “tanah ini jelek” hanya karena menemukan satu atau dua masalah. Hitung semuanya, cari solusinya, lalu lihat apakah secara keseluruhan tanah tersebut masih memberikan peluang bisnis yang sehat.

Contoh, dari sebuah tanah yang Anda survey, Anda akan menghitung:

No

Faktor Positif

Faktor Negatif

1

Diskon 40%

Pinggir sungai

2

Jalan aspal

Kawasan LDII

3

Pemukiman padat

Longsor

4

Kontur datar

Biaya urug besar

5

Listrik & air tersedia

Biaya talud besar

6

Biaya pematangan rendah

Garis Sempadan besar

7

Bisa dibayar tempo 1 tahun

-

 

Lihat, ada 7 faktor positif dibanding 6 faktor negatif. Dan yang ke 7 adalah cara bayarnya lunak, ini yang bikin menang. 

Sayangnya, itu semua hanya di pikiran Anda dan belum terwujud di lapangan. Anda harus merealisasikannya, membuat Pemilik Tanah takluk. Masih ada  ‘langkah kecil’ yang harus Anda tuntaskan..

Pemilik tanah butuh diyakinkan, masalahnya terkadang penawaran besar pun belum bisa menaklukkannya. Dalam pikirannya, “Kalau saya terima, berarti sesuai keinginan dia (Developer) dong. Saya mau dapat lebih lagi, yang dia merasa agak berat supaya saya lebih untung!”

Disinilah konsep ‘pemanis’ datang. Pemanis adalah hal yang nilainya kecil tapi mampu membuat Pemilik tersenyum karena mendapatkan ‘lebih’.

Apa saja pemanis yang Anda tawarkan?

Inilah ragam pemanis agar Pemilik Tanah bisa Anda taklukkan!

  • Pajak penjual ditanggung Developer
  • Berikan hadiah motor untuk anak kuliahnya
  • Anaknya dijadikan Direksi PT dan digaji
  • Liburan keluar kota bersama Pemilik atau anaknya

Kalau pemanis ditolak juga, lakukan hal berikut

Yakinlah, Pemilik akan mengubah pikirannya setelah Anda mengingatkan 3 hal ini

  • Berikan deadline penawaran ini berlaku sampai hari ini
  • Informasikan bahwa Anda sedang menawar di tempat lain juga, sebutkan areanya jadi Anda harus membuat keputusan cepat. Pada dasarnya sedang memainkan psikologi Pemilik, jangan biarkan beliau terlalu lama berpikir akhirnya membatalkan atau kesamber Developer lain
  • Ulangi lagi nasehat Anda untuk tidak sampai terjatuh ke tangan Developer Konven, karena pemilik tanah bisa terciprat dosa. Dengan menjual ke Anda, Pemilik mendapat untung 2X, dari tanah dan pahala besar karena menolong umat

Tekadkan kuat bahwa Anda ‘pasti’ mendapatkan tanahnya. Dan perjuangan Anda tidak akan berhenti kalau dia belum tanda tangan perjanjian.

Setelah Pemilik Tanah mengangguk, secepatnya keluarkan kertas, tulis kesepakatannya di kertas dan tandatangani bersama. Besoknya, ikat dengan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) Notariil, barulah tugas Anda selesai. Gerak Anda harus cepat, supaya beliau tidak berubah pikiran.

Kuasai Strategi Negosiasi Tanah Developer Property di SekolahUMKM.com

Mencari tanah untuk proyek property membutuhkan kemampuan menilai peluang secara objektif sekaligus keterampilan bernegosiasi dengan pemilik tanah. Tanah yang memiliki beberapa kekurangan belum tentu menjadi pilihan yang buruk jika faktor positifnya lebih kuat, biaya dapat dikendalikan, dan skema pembayarannya mendukung kelayakan proyek.

Namun, mendapatkan tanah yang tepat bukan hanya soal menghitung kelebihan dan kekurangannya. Developer juga perlu mampu menyusun penawaran, melakukan negosiasi secara profesional, dan membuat kesepakatan yang jelas agar peluang yang sudah ditemukan benar-benar dapat direalisasikan menjadi proyek. Pelajari strategi mencari dan mendapatkan tanah untuk Developer Property melalui 500+ kelas di SekolahUMKM.com hanya Rp50.000/bulan.

Kesimpulan

Tanah yang ideal 100% hampir tidak selalu tersedia. Karena itu, developer perlu melihat tanah secara menyeluruh dengan membandingkan faktor positif dan negatif, kemudian menghitung apakah peluang ekonominya masih menarik untuk dikembangkan. Harga di bawah pasar, lokasi, kondisi tanah, biaya pematangan, hingga fleksibilitas pembayaran harus diperhitungkan sebelum mengambil keputusan.

Setelah menemukan tanah yang layak, kemampuan negosiasi menjadi langkah penting berikutnya. Penawaran perlu disampaikan dengan strategi yang tepat, tetapi tetap harus dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum. Kesepakatan yang sudah tercapai juga perlu segera dituangkan dalam dokumen yang jelas dan melibatkan pihak yang berwenang agar kepentingan developer maupun pemilik tanah terlindungi.

FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan

Apakah tanah dengan banyak kekurangan masih layak dibeli developer?

Bisa saja. Developer perlu menghitung seluruh faktor positif dan negatif, termasuk harga tanah, lokasi, biaya pematangan, risiko, serta skema pembayaran. Keputusan sebaiknya berdasarkan kelayakan proyek secara keseluruhan, bukan hanya satu kekurangan.

Apa faktor penting yang harus diperiksa sebelum membeli tanah untuk proyek property?

Periksa harga, akses jalan, kondisi dan kontur tanah, ketersediaan listrik dan air, biaya pematangan, kondisi lingkungan, perizinan, batas-batas tanah, serta aspek legalitas kepemilikan.

Apa yang dimaksud dengan pemanis dalam negosiasi tanah?

Pemanis adalah tambahan penawaran yang dapat memberikan nilai bagi pemilik tanah sehingga membantu proses negosiasi. Bentuknya harus diperhitungkan secara wajar dan tetap disepakati secara transparan oleh kedua pihak.

Mengapa developer perlu segera mengikat kesepakatan setelah pemilik tanah setuju?

Karena kesepakatan yang belum dituangkan secara jelas dapat berubah atau menimbulkan perbedaan pemahaman. Dokumentasi yang tepat membantu memperjelas harga, cara pembayaran, kewajiban masing-masing pihak, dan tahapan transaksi.

Apakah kesepakatan awal cukup tanpa dokumen resmi?

Untuk transaksi tanah, jangan hanya mengandalkan kesepakatan lisan. Developer perlu memastikan dokumen dan proses transaksi dilakukan sesuai ketentuan hukum serta melibatkan notaris/PPAT sesuai kebutuhan transaksi.

 

Penulis

Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Thumbnail
Berutang Usaha Jika UMKM Terpaksa

"Berutang itu halal tapi tidak dianjurkan kecuali dalam keadaan terdesak" - Yudha Adhyaksa Jadi alasannya harus darurat dan ukurannya kembali pada kondisi orangnya atau standar kebiasaan...

Yudha Adhyaksa

09 Jun 2023

Thumbnail
Naikkan Omset UMKM Lewat Skill Copywriting

Strategi promosi anda kurang mempan buat naikin omset? Jangan disepelekan, Anda mesti cari cara buat siap-siap munculin gebrakan baru dengan cara ini. Menjelang akhir tahun memang momen yang penting b...

Yudha Adhyaksa

11 Mar 2023

Thumbnail
Cuan Halal Dari Bisnis Dropship?

Kaum rebahan mana suaranya? Siapa sih yang nggak mau kerja sambil tidur-tiduran aja bisa dapet duit jutaan ? Bisik-bisik dapet bocoran, ubah gaya hidupmu jadi lebih produktif dan bermanfaat! Meski...

Yudha Adhyaksa

10 Mar 2023

Daftar Sekarang

Ilmu Pengusaha Syariah

Terlengkap

Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan

Langganan Sekarang Image