Artikel
Yudha Adhyaksa
07 Dec 2022
Dilema mematok harga sebuah produk sendiri, khawatir terlalu mahal atau murah, kira-kira bisa diterima masyarakat nggak ya? Sebelum menjual produk kue alahkah baiknya pengusaha muslim upgrade ilmu tentang bagaimana cara menghitung harga jual yang baik dan benar.
Harga jual kue bolu yang ditawarkan tidak bisa ikutan-ikutan tetangga sebelah. Kenapa? Karena anda punya brand, kualitas, komposisi, ciri khas dan cita rasa tersendiri. Meski harga kue bolu dipasaran katakanlah kue bolu gulung dibandrol seharga 30.000 per pcs. Namun ini bukanlah sebuah patokan yang mutlak.
Anda bebas memberikan harga jual sesuai dengan nilai merek anda. Terlihat sepele dan mudah, namun prakteknya bisa sangat sulit, sebetulnya hal inilah yang menjadi pertimbangan para produsen untuk mematok harga jual yang tepat sesuai dengan kualitas produk itu sendiri sehingga bisa diterima oleh masyarakat dan tidak melenceng kaidah Islam.
Semakin ketat persaingan di dunia industri pangan sehingga banyak pengusaha muslim yang berlomba-lomba dalam persaingan untuk menciptakan dan mempertahankan produk sehingga mendapatkan pelanggan yang loyal.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan agar tetap mempertahankan pelanggan yaitu dengan menetapkan harga terbaik.
Riset harga jual di pasaran hanyalah sebagai nilai, namun persaingan yang sesungguhnya adalah pada kualitas produk. Alangkah baiknya jika harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas produk anda. Jika produk terbuat dari bahan-bahan premium, maka wajar saja jika harga sedikit mahal, namun soal rasa tetap tidak ada bandingannya.
Banyak yang berangan-angan, yang penting dapat untung dan laku. Padahal justru tantangan dimulai ketika harga produk kue bolu gulung mulai diciptakan, terbesit keraguan antara terlalu mahal atau terlalu murah?
Prediksi bermunculan produk anda akan laku keras atau tidak? Karena kalau ada produk yang lebih enak dan lebih murah kenapa tidak. Hal ini menjadi pertimbangan konsumen jika mereka mengeluarkan uang yang banyak namun produk tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka tidak akan ada repeat order selanjutnya.
Prediksi harga yang terlalu murah terkadang membingungkan, karena dengan menjual harga yang murah maka bisa menjual produk lebih banyak, namun hanya mendapatkan keuntungan yang sedikit.
Lalu bagaimana cara mensiasatinya? Agar menemukan titik temu yang tepat dengan harapan bisa diterima masyarakat dan harga yang pas di kantong.
Terdapat berbagai cara, bisa anda pertimbangkan sebelum menjual produk kue.
Tulisalah pengeluaran untuk modal membuat kue termasuk komposisi kue bolu gulung, hitung saja pengeluaran untuk memproduksi 1 kue bolu gulung. Contoh:
|
Bahan |
Jumlah |
Harga |
|
Telur ayam |
2 butir |
5000 |
|
Gula pasir |
30 gram |
500 |
|
SP |
0,5 sdt |
100 |
|
Tepung segitiga |
25 gram |
700 |
|
Maizena |
3,5 gram |
300 |
|
Susu bubuk |
3,5 gram |
700 |
|
Vanila bubuk |
0,5 sdt |
100 |
|
Butter |
40 gram |
10.000 |
|
Selai |
40 gram |
1000 |
|
Gas |
500 |
|
|
Air |
500 |
|
|
Listrik |
500 |
|
|
Tenaga |
500 |
|
|
Kemasan |
2000 |
|
|
BBM |
1000 |
|
|
Total |
23.400 |
|
Modal utama untuk membuat 1 buah kue bolu gulung adalah sebesar 23.400. setelah mengetahui rinciannya, lanjutkan dengan menentukan markup.
Tentukan Profit Produk.
Anda bebas menentukan berapa persen profit yang akan anda ambil sesuai dengan kualitas bahan-bahan yang digunakan apakah kualitas rendah, sedang atau premium, misalnya margin anda adalah 30%.
Tentukan Harga Jual.
Di sinilah anda mulai menentukan berapa besar harga jual kue bolu gulung anda secara tepat dan benar tentunya tidak dengan ilmu kira-kira ya. Ada rumus bakunya yaitu:
Harga jual = Total modal bolu per pcs + (Total modal bolu per pcs x markup)
Sehingga bisa anda hitung dengan,
= 23.400 + (23.400 x 30 %)
= 23.400 + 7.020
= 30.420 dibulatkan menjadi 31.000
Jadi, telah ditemukan harga jual yang sesungguhnya sudah mencakup biaya produksi, tenaga, gas, listrik, air, BBM, dan kemasan sekaligus yaitu harga jual bolu gulung seharga 31.000 per pcs. Dengan keuntungan yang didapat sebesar 7.020 per pcs ditambah pembulatan sebesar 580 rupiah. Sehingga total keuntungan yang diperoleh sebesar 7.600.per pcs.
Harga tersebut adalah harga sesuai rumus dan aturan jual produk, tidak mengada-ada atau menggunakan ilmu kira-kira.
Anda bisa kalikan dengan target penjualan anda per hari dan per bulan. Misal target penjualan per hari 100 pcs, cukup kalikan saja 7.600 x 100 = 760.000 rupiah. Itulah hasil keuntungan anda yang sesungguhnya tanpa potongan karena perhitungan modal sudah mencakup semuanya.
Menentukan harga jual tidak cukup hanya dengan melihat harga pesaing. Anda perlu memahami biaya produksi, tenaga, operasional, margin keuntungan, dan nilai produk agar harga yang ditetapkan tetap menguntungkan sekaligus dapat diterima pelanggan. Di SekolahUMKM.com, Anda bisa mempelajari cara menghitung harga jual, mengelola biaya, menentukan margin, dan berbagai keterampilan bisnis lainnya dengan biaya Rp50.000/bulan.
Menentukan harga jual produk harus dilakukan berdasarkan perhitungan yang jelas, bukan sekadar mengikuti harga pesaing atau perkiraan. Riset pasar tetap penting sebagai pembanding, tetapi biaya produksi, kualitas produk, biaya operasional, serta keuntungan yang ingin diperoleh harus menjadi dasar dalam menetapkan harga.
Dengan menghitung seluruh biaya secara rinci kemudian menentukan markup yang sesuai, pengusaha dapat mengetahui harga jual dan keuntungan per produk dengan lebih realistis. Cara ini juga membantu menetapkan target penjualan harian maupun bulanan berdasarkan kemampuan bisnis, bukan hanya mengejar produk agar cepat laku.
Tidak harus. Harga pesaing dapat digunakan sebagai bahan riset, tetapi harga jual sebaiknya tetap disesuaikan dengan biaya, kualitas, positioning, dan nilai yang ditawarkan produk Anda.
Idealnya, seluruh biaya yang berkaitan dengan proses menghasilkan dan menjual produk perlu diperhitungkan. Selain bahan baku, pertimbangkan pula biaya seperti tenaga kerja, listrik, gas, kemasan, transportasi, dan biaya operasional lain yang relevan.
Tidak. Persentase markup perlu disesuaikan dengan struktur biaya, karakteristik produk, kondisi pasar, dan target keuntungan. Markup yang sama belum tentu menghasilkan harga yang sesuai untuk setiap jenis usaha.
Jangan langsung menurunkan harga hingga mengorbankan keuntungan. Evaluasi kembali biaya produksi, efisiensi operasional, kualitas produk, ukuran atau kemasan, serta nilai yang ditawarkan. Jika struktur biaya memang membuat harga lebih tinggi, strategi bisnis perlu disesuaikan agar usaha tetap sehat.
Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.
Artikel
Wajar kalau pertanyaan ini sering diajukan. “Kalau semua karyawan resign karena riba, lalu bagaimana kalau semua Bank tutup?” Jawabannya adalah Bank tidak akan tutup. Justru yang...
Yudha Adhyaksa
28 Nov 2024
Kapan sih waktu tepat jualan bagi Developer Property Syariah pemula? Waktu terbaik adalah ketika izin pecah tapak kavling terbit. Disitu Anda diberitahu secara prinsip tanah bisa dipecah, selanjutn...
Yudha Adhyaksa
26 Nov 2024
Kalau kasus sebelumnya masih ada peluang menghindari dari rencana pernikahan dengan calon suami pegawai Bank, kali ini kasusnya si pegawai Bank riba adalah sang ayah sebagai tulang punggung keluarga d...
Yudha Adhyaksa
26 Nov 2024
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan