background

Artikel

Modal Usaha UMKM Tanpa Riba, Solusi Selain Pinjaman Bank

Yudha Adhyaksa

04 Dec 2024

Cover

“Kalau pinjaman Bank tidak boleh karena riba, terus dapat modal darimana? Mana ada zaman sekarang orang minjamin uang tanpa bunga? Kan yang penting saling ridha, tidak apa-apa?”

Sebagian pengusaha menganggap syariat bisanya mengharamkan riba tapi tidak memberi solusi praktis. Seolah-olah tanpa pinjaman Bank kita tidak bisa memulai usaha, apalagi mengembangkannya. Ibarat tanaman, layu sebelum tumbuh karena hanya Bank yang memberi pinjaman jumlah besar.

Tahukah Anda, ada pengembang perumahan besar yang modalnya dari Bank lantas mengeluh setiap hari.

“Bayangkan! Tiap bulan saya bayar bunga 500 juta dari hasil proyek. Setelah saya hitung-hitung, keuntungan saya kok malah lebih kecil dari bunga Bank? Rasanya seperti jadi budak Bank saja ini!” Keluhnya.

Ragam Kasus Permodalan

Dimana-mana permodalan jadi masalah bagi perusahaan kecil maupun besar hingga terperangkap dalam jebakan permodalan yang haram.

Yuk kita simak ragam kasusnya.

Kasus Modal Pinjaman Riba Bank

  • Menerima pinjaman lebih besar dari kebutuhan usaha
  • Bangkrut karena menyalurkan ke usaha lain tidak produktif
  • Rumah 700 juta dilelang demi melunasi utang 55 juta,
  • Dipermalukan debt collector didepan tetangga
  • Disekap dan dianiaya di kantor debt collector hingga tewas
  • Memakainya justru untuk meningkatkan gaya hidupnya
  • Menjadi buron polisi karena tidak mau membayar cicilan
  • Kerja terus sampai sepuh demi membayar cicilan
  • Diperkarakan karena menolak melunasi Kartu Kredit

2. Kasus Modal Utang Riba Perorangan

  • Rentenir memberi bunga yang besarnya mencekik debitur
  • Penagih menyita harta di rumahnya sampai ludes
  • Terjadi permusuhan, perusakan dan penganiayaan
  • Retak persaudaraan dalam pasar karena utang bermasalah

3. Kasus Modal Kerjasama Bagi Hasil

  • Pemodal lapor polisi karena merasa di tipu Pengelola
  • Pecah kongsi karena bagi hasil tidak adil
  • Sengketa karena Pemodal meminta hasil tetap
  • Penyalahgunaan modal oleh Pengelola untuk cabang lain
  • Zalim, sengaja mengecilkan hasil pemodal dan bahkan tidak mau membayar dengan berbagai alasan dibuat-buat

Jadi kalau diperhatikan akar masalah dipicu dari permodalan yang tidak syar’i. Lalu melahirkan sifat tamak ingin meraih kekayaan dengan segala cara haram; kezaliman, penipuan kontrak, mengambil keuntungan diatas lawan bisnis yang lebih lemah bahkan sampai tingkat syirik karena bersekutu dengan jin. Padahal jika aturan syariat diterapkan di permodalan, niscaya semua permasalahan bisnis bisa tertangkal sejak awal.

Nauzubillah min zalik (kami berlindung kepada Allah dari perkara buruk)

Temukan Cara Mendapatkan Permodalan Syariah di SekolahUMKM.com

Permodalan memang menjadi salah satu tantangan terbesar dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Namun, kebutuhan modal tidak berarti pengusaha harus bergantung pada pinjaman berbunga. Ada berbagai bentuk kerja sama dan skema permodalan yang dapat dipelajari dengan memahami akad, pembagian risiko, hak, dan kewajiban masing-masing pihak.

Pelajari kelas strategi permodalan dan bisnis syariah melalui 500+ kelas di SekolahUMKM.com hanya Rp50.000/bulan.

Kesimpulan

Permasalahan modal tidak hanya berkaitan dengan ada atau tidaknya uang, tetapi juga bagaimana modal diperoleh dan dikelola. Pinjaman berbunga dapat menimbulkan beban kewajiban yang tetap berjalan meskipun kondisi bisnis sedang mengalami masalah. Di sisi lain, kerja sama bagi hasil juga membutuhkan akad yang jelas, transparansi, dan kepercayaan agar tidak berubah menjadi sengketa.

Karena itu, pengusaha perlu memahami pilihan permodalan sebelum mengambil keputusan. Jangan hanya melihat seberapa besar dana yang bisa diperoleh, tetapi perhatikan pula akad, risiko, kemampuan membayar, penggunaan modal, dan keadilan bagi seluruh pihak. Dengan perencanaan yang baik, kebutuhan modal dapat dicari melalui skema yang lebih sesuai dengan prinsip syariah.

FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan

Apakah bisnis bisa berkembang tanpa pinjaman Bank berbunga?

Bisa. Pengusaha dapat mempertimbangkan modal sendiri, kerja sama dengan pemodal, bagi hasil, atau bentuk pembiayaan lain yang sesuai dengan prinsip syariah dan kemampuan bisnis.

Apa risiko mengambil pinjaman berbunga untuk modal usaha?

Salah satu risikonya adalah kewajiban pembayaran tetap dapat berjalan ketika bisnis tidak menghasilkan keuntungan sesuai harapan. Karena itu, pengusaha perlu menghitung kemampuan arus kas sebelum mengambil kewajiban pembiayaan.

Apakah kerja sama bagi hasil selalu aman dari masalah?

Tidak otomatis. Kerja sama bagi hasil tetap membutuhkan akad yang jelas, transparansi laporan, pembagian keuntungan yang disepakati, serta kejelasan mengenai risiko dan tanggung jawab masing-masing pihak.

Mengapa pemodal tidak boleh meminta keuntungan tetap dalam kerja sama bagi hasil?

Karena karakter bagi hasil berbeda dengan pinjaman berbunga. Keuntungan dalam kerja sama seharusnya mengikuti mekanisme bagi hasil yang disepakati dalam akad, bukan sekadar menetapkan nominal keuntungan yang harus diterima tanpa mempertimbangkan hasil usaha.

Apa yang harus disepakati sebelum menerima modal dari investor atau pemodal?

Setidaknya perlu diperjelas bentuk akad, jumlah modal, penggunaan dana, mekanisme pembagian keuntungan, pembagian risiko, hak dan kewajiban masing-masing pihak, serta mekanisme penyelesaian apabila terjadi masalah.

Bagaimana cara memilih sumber modal yang sesuai syariah?

Jangan hanya melihat nama produk atau istilah “syariah”. Periksa akad, mekanisme transaksi, sumber dana, cara pengembalian, pembagian keuntungan, dan risiko yang ditanggung masing-masing pihak. Untuk akad yang kompleks, konsultasikan kepada ahli syariah yang kompeten.

 

Penulis

Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Thumbnail
Project Management Plan Bagi UMKM

Pada umumnya, Project Management Plan (manajemen proyek) berisi penjelasan bagaimana rencana-rencana dan keputusan suatu proyek akan dijalankan. Secara sederhana, isi dari manajemen proyek b...

Yudha Adhyaksa

07 Sep 2021

Thumbnail
Bisnis Online UMKM di Bidang IT yang Menjanjikan

Banyak hal yang harus anda persiapkan untuk memulai terjun di dunia bisnis atau wirausaha dalam bidang IT yang menjanjikan ini. Anda perlu untuk memastikan faktor persaingan pasar, kebutuhan...

Yudha Adhyaksa

07 Sep 2021

Thumbnail
Rekrut & Pecat Staf UMKM dengan Cerdas!

Cara Pengusaha Muslim Rekrut dan Pecat Staff Cerdas lah dalam memilih Staf – Kita semua tahu bahwa SDM (baca: staf) sangat penting bagi sebuah bisnis. Tanpa mereka, bisnis sulit berkembang. A...

Yudha Adhyaksa

07 Sep 2021

Daftar Sekarang

Ilmu Pengusaha Syariah

Terlengkap

Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan

Langganan Sekarang Image