background

Artikel

Jadilah 9 Dari 10 Pengusaha UMKM Sukses Mengelola Keuangan

Yudha Adhyaksa

07 Mar 2023

Cover

Seperti apa sih standar kesuksesan? Seseorang sudah bisa dikatakan sukses apabila memiliki pencapaian besar dalam hidupnya. Dalam perjalanan membangun kesuksesan, tentunya dibarengi dengan kerja keras, disiplin, fokus, tekad, usaha dan doa.

Lalu bagaimana jika sukses tumbuh karena bakat? Bisa aja dong, Hal ini sudah banyak terjadi, akan tetapi untuk bisa mempertahankan bakatnya, anda perlu latihan yang terus diasah bila perlu tidak ketinggalan untuk selalu upgrade sesuai dengan perkembangan zaman.  

Contohnya saja anda berhasil dan sukses dalam mengelola keuangan bisnis, sehingga mampu bertahan hingga 10 tahun lamanya bisnis anda berjalan tanpa hambatan bahkan ketika menghadapi wabah covid 19 sekalipun, lalu apa rahasianya?   

Kenapa Harus Atur Keuangan? 

Sebelumnya, anda perlu tahu terlebih dahulu apa itu manajemen keuangan. Berbicara tentang uang memang sangat sensitif, sehingga dalam mengelolanya pun juga harus hati-hati dan tepat. 

Secara sederhana, manajemen keuangan yaitu bagaimana cara anda mengatur keuangan sebaik mungkin agar lebih tertata. Tujuan utama anda berbisnis tentunya mendapat keuntungan. Jadi usaha anda agar mendapatkan untung yang halal dan benar serta mempertahankan keuangan harus selalu menjadi prioritas.

Nah adapun definisi pengelolaan keuangan yang lebih lengkapnya yaitu suatu kegiatan yang meliputi perencanaan, pengaturan, pengarahan, dan pengawasan dalam melaksanakan aktivitas keuangan.   

Tips Mengelola Keuangan Bisnis Syariah

Selalu membuat catatan pengeluaran secara lengkap dan teliti agar tidak ada selisih.

Catat setiap pengeluaran, sekecil apa pun, agar arus kas mudah dipantau dan tidak terjadi selisih antara uang yang tersedia dan catatan keuangan.

Menyusun budgeting agar lebih terencana dan tertata.

Tentukan batas pengeluaran untuk setiap kebutuhan bisnis sehingga penggunaan uang lebih terkontrol dan tidak melebihi anggaran.

Jangan lupa untuk selalu memisahkan uang pribadi dengan uang bisnis.

Gunakan rekening atau pencatatan yang berbeda agar Anda dapat mengetahui kondisi keuangan bisnis secara lebih akurat.

Selalu mencatat pemasukan secara rinci agar Anda bisa melihat keuntungan yang diperoleh.

Catat setiap pemasukan berdasarkan sumbernya sehingga omzet dan keuntungan bisnis dapat dihitung dengan jelas.

Menyiapkan dana darurat agar siap menghadapi hal di luar dugaan.

Sisihkan sebagian dana bisnis sebagai cadangan untuk menghadapi kondisi tidak terduga, seperti penurunan penjualan atau kebutuhan mendesak.

Selalu melakukan evaluasi.

Periksa kondisi keuangan secara berkala untuk mengetahui apakah pengeluaran sudah terkendali dan bagian mana yang perlu diperbaiki.

Tak perlu khawatir lagi, setelah menerapkan 6 tips di atas, Anda pasti bisa mengatur keuangan bisnis secara lebih cermat.

Divisi Penunjang Manajemen Keuangan

Sukses berbisnis pasti ada sebuah tim yang bekerja keras dibelakangnya. Nah divisi keuangan ini sebenarnya tidak berdiri sendiri namun didukung oleh beberapa divisi yang ikut serta berperan dalam membantu mengelola keuangan agar mencapai keberhasilan.

Lalu divisi apa saja yang ikut berperan dalam mensukseskan manajemen keuangan ?

Divisi Sumber Daya Manusia.

Peran divisi ini ikut membantu dalam pengaturan upah karyawan.

Divisi Manajemen Pemasaran.

Salah satu aspek dalam strategi bisnis yaitu price (Harga). Demi kelancaran kegiatan pemasaran, maka perlu dihitung dan dianalisa secara detail sebelum produk dijual sehingga keberhasilan penjualan bisa maksimal. 

Divisi Manajemen Produksi.

Aspek manajemen produksi yaitu perencanaan produksi, barang yang diproduksi, jumlah barang yang dibutuhkan, dan bahan baku.

Manajemen Keuangan yang Benar

Penerapan berikut ini dibantu oleh semua divisi dan tim, mampu bekerjasama dengan baik sehingga bisa mewujudkan keberhasilan.  

Anda harus mampu memahami jenis usaha dengan baik.

Misalnya terkait modal, supplier, target pasar, harga produk, biaya operasional, jumlah karyawan dan lainnya. 

Wajib melakukan laporan keuangan yang baik dan rapi, sehingga mudah dipahami.

Laporan ini penting banget karena bisa menjadi indikator kesehatan bisnis anda. 

Rajin melakukan evaluasi keuangan

Agar performa bisnis semakin meningkat, juga bisa meminimalisir kesalahan. 

Bila perlu gunakan bantuan dengan aplikasi atau software

Untuk membantu anda dalam mengontrol keuangan. Meliputi akurasi perhitungan, dan rumus-rumus akuntansi.

Mengelola Keuangan Dengan Bijak 

Sebetulnya dalam berbisnis, anda tidak disarankan untuk berpusat pada keuntungan saja meskipun tujuan utama berbisnis adalah mencari keuntungan. 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan juga dalam pengelolaan yang baik yaitu terkait bagaimana mengelola modal dan persediaan. Banyak sekali usaha yang tengah mengalami kesulitan kas walaupun catatan akuntansi dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.

Perlu diperhatikan bahwa dalam memutar kas juga harus punya pengetahuan dan skill yang memadai. Putaran kas anda mengalami keterlambatan jika termin penjualan kredit lebih lama dari pada kulakannya atau apakah anda perlu menyimpan persediaan barang dagangan anda. 

Nah di sini  anda wajib mengusahakan termin penjualan kredit yang sama dengan pembelian kredit. Sehingga anda mampu menekan tingkat persediaan barang agar tetap bisa memenuhi permintaan akan tetapi dengan cara tidak membebani keuangan anda. 

Itulah beberapa informasi yang berhubungan dengan manajemen keuangan, bila anda mampu mempraktekkannya maka akan mudah mengatur keuangan secara efektif. Bagaimana, apakah siap menjadi pengusaha UMKM sukses dengan manajemen keuangan yang matang?

Kuasai Manajemen Keuangan Bisnis UMKM di SekolahUMKM.com

Bisnis yang bertahan tidak hanya membutuhkan penjualan yang tinggi, tetapi juga pengelolaan keuangan yang disiplin. Anda perlu memahami pencatatan, budgeting, pemisahan uang pribadi dan bisnis, arus kas, persediaan, hingga evaluasi keuangan. Di SekolahUMKM.com, Anda dapat mempelajari berbagai keterampilan tersebut bersama ilmu bisnis lainnya dengan biaya Rp50.000/bulan, agar keputusan bisnis tidak hanya berdasarkan perkiraan, tetapi didukung pemahaman yang lebih terarah.

Kesimpulan

Manajemen keuangan merupakan bagian penting dalam menjaga bisnis tetap sehat dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi. Pencatatan pemasukan dan pengeluaran, penyusunan anggaran, pemisahan keuangan pribadi dan bisnis, dana cadangan, serta evaluasi secara berkala membantu pengusaha memahami kondisi usaha secara lebih nyata.

Namun, memiliki laporan keuangan yang rapi saja belum cukup. Pengusaha juga perlu memahami bagaimana modal, persediaan, pembayaran pelanggan, pembelian, harga, dan biaya operasional memengaruhi arus kas. Karena itu, pengelolaan keuangan perlu dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan berbagai bagian bisnis agar keuntungan tidak hanya terlihat di laporan, tetapi juga tercermin dalam kondisi kas yang sehat.

FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan

Apakah bisnis yang omzetnya besar pasti memiliki keuangan yang sehat?

Tidak. Omzet yang besar belum tentu berarti bisnis memiliki keuntungan dan kas yang sehat. Pengusaha tetap perlu melihat biaya, kewajiban pembayaran, persediaan, piutang, serta arus kas untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

Mengapa bisnis bisa kekurangan uang kas padahal laporan keuangannya terlihat baik?

Salah satu penyebabnya adalah ketidaksesuaian waktu antara uang masuk dan uang keluar. Misalnya, pelanggan membayar secara kredit dalam waktu lama, sementara bisnis harus membayar supplier lebih cepat. Kondisi tersebut dapat membuat kas tertekan meskipun transaksi penjualan tetap menghasilkan keuntungan secara pencatatan.

Apakah bisnis kecil perlu membuat laporan keuangan?

Ya. Justru sejak skala kecil pengusaha sebaiknya membangun kebiasaan mencatat keuangan dengan rapi. Pencatatan membantu mengetahui pemasukan, pengeluaran, keuntungan, dan kondisi kas sehingga keputusan bisnis dapat dibuat berdasarkan data.

Kapan pengusaha perlu menggunakan aplikasi atau software keuangan?

Ketika jumlah transaksi mulai banyak dan pencatatan manual semakin sulit dikendalikan, aplikasi atau software dapat membantu meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan pencatatan. Namun, pengusaha tetap perlu memahami dasar pengelolaan keuangan agar tidak hanya bergantung pada sistem.

 

Penulis

Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Thumbnail
Strategi Permodalan Syirkah: Solusi Islami untuk Bisnis Berkah UMKM

Modal adalah salah satu faktor paling krusial dalam memulai maupun mengembangkan bisnis. Banyak ide usaha yang sebenarnya potensial, tetapi terhenti di tengah jalan karena keterbatasan dana. Realitas...

Yudha Adhyaksa

14 Aug 2026

Thumbnail
Syirkah Inan: Cara UMKM Membagi Modal dan Keluar dari Usaha Tanpa Konflik Meski Pembukuan Berantakan

Banyak usaha di Indonesia dimulai dari hal sederhana: “yuk kita joinan”. Entah itu sama saudara, teman dekat, atau tetangga. Awalnya enak: Saling percaya Nggak ribet akad Ngga...

Yudha Adhyaksa

14 Aug 2026

Thumbnail
Tanah Dekat Bandara: Cara Menilai Kelayakan Lahan Properti Sebelum Deal dengan Pemilik Tanah

Banyak calon developer pemula mengalami momen seperti ini. Tiba-tiba ada tawaran masuk: “Pak, ada tanah dekat bandara, SHM, lokasi komersial, pemilik minta dibangunkan 2 unit rumah plus ta...

Yudha Adhyaksa

14 Aug 2026

Daftar Sekarang

Ilmu Pengusaha Syariah

Terlengkap

Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan

Langganan Sekarang Image