background

Artikel

Jual Produk Orang Lain Pakai Brand Sendiri, Bolehkah?

Yudha Adhyaksa

26 Nov 2025

Cover

TANYA SYARIAH

Apa hukumnya apabila kita menjual produk orang lain dengan menggunakan brand kita dan sudah izin ke orang tersebut?

COACH YUDHA ADHYAKSA

Boleh, tetapi harus dipastikan tidak melanggar aturan syar’i yaitu telah memiliki barang sebelum menjual kepada orang lain. Tandanya adalah barang tersebut telah berada di toko, lapak Anda.

Pelajari Strategi Reseller UMKM di SekolahUMKM.com

Menjual produk orang lain dengan brand sendiri membutuhkan pemahaman yang tepat tentang kepemilikan barang sebelum transaksi. Dengan Rp50.000/bulan, Anda dapat mempelajari strategi reseller, jual beli, dan pengelolaan bisnis sesuai prinsip syariah di SekolahUMKM.com.

Kesimpulan

Menurut Coach Yudha, menjual produk orang lain menggunakan brand sendiri diperbolehkan selama sudah mendapatkan izin dari pemilik produk. Namun, pengusaha tetap harus memastikan barang tersebut telah dimiliki atau berada dalam penguasaannya sebelum menjualnya kepada pembeli.

Salah satu tanda sederhananya adalah barang sudah berada di toko atau lapak Anda. Jadi, izin menggunakan brand saja belum cukup; status kepemilikan dan keberadaan barang juga perlu diperhatikan sebelum transaksi dilakukan.

FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan

Apakah boleh menjual produk orang lain dengan menggunakan brand sendiri?

Boleh, selama sudah mendapatkan izin dari pemilik produk dan memenuhi ketentuan jual beli yang sesuai syariah.

Apakah izin dari pemilik produk sudah cukup?

Belum. Menurut penjelasan Coach, barang juga harus sudah dimiliki sebelum dijual kepada pembeli.

Bagaimana tanda bahwa barang sudah dimiliki sebelum dijual?

Salah satu tandanya adalah barang tersebut sudah berada di toko atau lapak Anda sehingga berada dalam penguasaan Anda.

Apakah boleh menawarkan barang yang belum berada di toko atau lapak?

Menurut prinsip yang dijelaskan Coach, barang harus sudah dimiliki terlebih dahulu sebelum dijual kepada orang lain. Karena itu, pastikan status kepemilikan dan keberadaan barang sebelum melakukan penjualan.

 

Penulis

Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Thumbnail
Bolehkah Riba Kalau Saling Ridha?

“Kami tidak memaksa debitur mengambil kredit. Kami (Bank dengan debitur) melakukan ini atas dasar saling tolong menolong. Jadi sah-sah saja kalau Bank mendapat bunga dari pinjaman. Yang penting...

Yudha Adhyaksa

02 Feb 2024

Thumbnail
5 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula

Pengusaha pemula seringkali bingung dalam hal membuat keputusan bisnis. Terlebih saat ia menemukan masalah-masalah baru yang belum pernah dialami sebelumnya. Misalnya tentang pencatatan keuangan. Suda...

Yudha Adhyaksa

01 Feb 2024

Thumbnail
7 Tahap Bisnis Syariah Agar Profit Berkah

Ingat ya, syariah bukan hanya slogan maupun pemanis jualan. Bukan juga sekadar akad agar jual belinya halal di mata ulama. Dan bukan pula kedok pakaian menutup aurat bagi owner dan karyawan. Syariah a...

Yudha Adhyaksa

31 Jan 2024

Daftar Sekarang

Ilmu Pengusaha Syariah

Terlengkap

Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan

Langganan Sekarang Image