Artikel
Yudha Adhyaksa
21 Oct 2025
Bagaimana kalau ada pemilik lahan yang mau nawarin lahan tetapi alas haknya baru sampai camat dan kata'y sdh di cek ke BPN tidk bermasalah, dan kemungkinan pemiliklahan bisa diajak kerjasama.
Pertanyaannya : apakah harus difollowup lebih dalam + digarap untuk kondisi ini?
Banyak sekali surat2 tanah lebih dari 9 jenis di Indonesia bahkan sampai dokumen peninggalan Belanda pun ada dan kalau menemui surat tsb perlu ditingkatkan dulu jadi SHM yang memakan waktu tahunan serta biaya tidak sedikit jadi saran saya TINGGALKAN SAJA meski punya uang dan waktu karena melelahkan pikiran dan fisik utk mengurusnya
Saran saya sebelum survey filter dulu dengan bertanya apakah sudah SHM supaya menghemat waktu dan energi. Masih banyak kok pemilik2 SHM diluar sana menunggu dikunjungi Developer Property Syariah ☺️
Semangat survey tanah ya
Tidak semua lahan yang ditawarkan kepada Developer Property harus langsung dikejar. Kemampuan menyaring lahan sejak awal penting agar waktu dan energi tidak habis untuk mengurus dokumen yang prosesnya panjang.
Pelajari cara mencari, menyaring, dan menilai lahan untuk Developer Property agar lebih fokus pada peluang yang sesuai dengan kriteria proyek. Akses 500+ kelas di SekolahUMKM.com hanya Rp50.000/bulan.
Lahan dengan alas hak yang baru sampai tingkat camat sebaiknya tidak langsung dikejar hanya karena pemilik menyampaikan bahwa tanah tersebut sudah dicek ke BPN dan tidak bermasalah. Dalam pendekatan yang dibahas, proses peningkatan status hak dapat membutuhkan waktu, biaya, dan tenaga sehingga perlu dipertimbangkan sejak awal.
Karena itu, lakukan filter sebelum survey dengan menanyakan apakah lahan sudah SHM. Developer Property dapat lebih fokus mencari lahan yang sejak awal memenuhi kriteria, sehingga waktu dan energi dapat digunakan untuk peluang yang lebih siap ditindaklanjuti.
Tidak selalu. Namun, tanah dengan alas hak yang belum SHM membutuhkan pemeriksaan dan proses lebih lanjut. Dalam pendekatan pada artikel ini, Developer Property disarankan memprioritaskan lahan yang sudah SHM.
Tidak sebaiknya dijadikan satu-satunya dasar keputusan. Status dan dokumen tanah tetap perlu diperiksa lebih lanjut sebelum Developer memutuskan untuk melanjutkan kerja sama atau transaksi.
Salah satu filter awal yang dapat ditanyakan adalah status sertifikat tanah, khususnya apakah sudah SHM. Jika belum, Developer dapat menentukan sejak awal apakah lahan tersebut masih sesuai dengan kriteria yang dicari.
Kesediaan pemilik untuk bekerja sama tetap perlu diikuti pemeriksaan status dan dokumen tanah. Kerja sama yang menarik tidak berarti Developer harus mengabaikan filter awal terhadap legalitas lahan.
Karena Developer dapat mengurangi waktu dan energi yang terbuang untuk mengejar lahan yang membutuhkan proses dokumen lebih panjang. Dengan melakukan filter sebelum survey, pencarian lahan menjadi lebih fokus.
Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.
Artikel
Kenapa Kasir Minimarket Sering Jadi Titik Lemah Bisnis? Banyak pemilik minimarket merasa bahwa selama barang dagangannya lengkap dan harga yang ditawarkan cukup bersaing, maka bisnisnya akan otomat...
Yudha Adhyaksa
17 Aug 2026
Banyak pelaku usaha fokus cari pelanggan baru terus-menerus, tapi lupa menjaga pelanggan lama. Akibatnya capek di depan, bocor di belakang. Setiap bulan sibuk promosi. Iklan jalan. Tim sales ker...
Yudha Adhyaksa
17 Aug 2026
Hari ini saya akan membahas salah satu kasus yang terjadi dalam praktik kerja sama mudharabah, yaitu pembagian keuntungan sebelum modal dikembalikan sepenuhnya kepada pemodal. Kasus seperti ini pen...
Yudha Adhyaksa
17 Aug 2026
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan