background

Artikel

Survey Pembeli Properti, Cara Menyaring Calon yang Serius

Yudha Adhyaksa

22 Dec 2025

Cover

TANYA PROPERTI

Adakah mètode atau sistem yang bisa digunakan utk survey dan mengetahui calon pembeli potensial yang jadi tujuan atau sasaran penjualan properti...misal kavlingan...

COACH YUDHA ADHYAKSA

Ada kok, dari awal pas terima WA cabuy, Developer sudah menyaring calon pembeli rumah atau kavlingan secara serius dengan cara
 
1. Dekatkan hubungan dulu, tanya tinggalnya dimana, mencari rumah daerah mana, tipe rumah berapa, pekerjaannya apa...
2. Setelah itu kirimkan brosur dan pricelist, tanya setelah membaca info ini apakah masih mau survey?
3. Saat survey, baru menggali kemampuan keuangannya, tanya sanggup DP berapa, cicilannya berapa
4. Paska survey, maksimal 3 hari setelah survey janjian ketemu utk negosiasi harga dan berbicara detail akad yang kalau oke bertemu lagi utk tandatangan akad
 
Perlu diketahui, utk target buyer itu
 
1. Usia minimal 28 tahun, biasanya karir lebih mapan jadi mampu
2. Saldo (sisa) tabungan per bulannya diatas nilai cicilan, dibuktikan dengan mutasi rekening 3 bulan kebelakang. Bisa juga digabung dengan penghasilan istri.
3. Punya DP 30% atau mampu mencicil DP maksimal 12 bulan
 
Jadi secara umum cabuy dianggap serius kalau datang ketika janjian survey, serahkan dokumen jika diminta dan berbicara jujur & transparan (termasuk istrinya)
 
Semoga membantu ya

Pelajari Strategi Menentukan Target Buyer Properti di SekolahUMKM.com

Menentukan calon pembeli potensial bukan hanya soal mencari orang yang tertarik, tetapi juga menyaring mereka sejak awal berdasarkan kebutuhan dan kemampuan finansial. Di SekolahUMKM.com dengan biaya Rp50.000/bulan, Anda dapat mempelajari strategi pemasaran, penyaringan calon buyer, hingga proses penjualan properti agar waktu dan biaya promosi lebih efektif.

Kesimpulan

Developer perlu melakukan screening calon buyer sejak pertama kali mereka menghubungi melalui WhatsApp, bukan menunggu sampai proses survey. Mulai dengan menggali tempat tinggal, lokasi yang dicari, tipe rumah atau kavling, dan pekerjaan, kemudian kirimkan brosur serta pricelist untuk memastikan mereka masih berminat.

Saat survey, gali kemampuan keuangan secara lebih detail, seperti kemampuan membayar DP dan cicilan. Setelah survey, segera lanjutkan dengan pertemuan untuk negosiasi harga dan membahas akad.

Calon buyer yang serius umumnya terlihat dari kesediaannya datang sesuai janji, memberikan dokumen yang diperlukan, serta terbuka mengenai kondisi dan kemampuan keuangannya.

FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan

Kapan Developer sebaiknya mulai menyaring calon buyer?

Sejak pertama kali calon buyer menghubungi Developer. Informasi seperti kebutuhan properti, lokasi yang dicari, tipe properti, dan pekerjaan dapat digunakan sebagai penyaringan awal sebelum mengatur survey.

Apa yang perlu ditanyakan sebelum mengajak calon buyer survey?

Developer dapat menanyakan lokasi yang diinginkan, tipe properti, pekerjaan, serta mengirimkan brosur dan pricelist. Setelah calon buyer memahami informasi tersebut, tanyakan kembali apakah masih berminat untuk melakukan survey.

Bagaimana mengetahui kemampuan finansial calon buyer?

Saat survey, Developer dapat menggali kemampuan DP dan cicilan. Menurut Coach Yudha, kemampuan tersebut dapat dilihat dari sisa tabungan bulanan dan mutasi rekening tiga bulan terakhir, serta dapat mempertimbangkan penghasilan pasangan.

Apa ciri calon buyer yang serius?

Calon buyer yang serius biasanya datang sesuai janji survey, bersedia menyerahkan dokumen yang diperlukan, dan memberikan informasi secara jujur serta transparan mengenai kondisi dan kemampuan keuangannya.

Berapa lama setelah survey sebaiknya dilakukan follow-up?

Menurut Coach Yudha, maksimal 3 hari setelah survey sebaiknya sudah ada pertemuan untuk membahas negosiasi harga dan detail akad apabila calon buyer masih berminat.

 

Penulis

Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Thumbnail
Menjual Barang Sebelum Dimiliki: Hukum Jual Beli dalam Islam yang Wajib Dipahami UMKM

Perkembangan marketplace, media sosial, dan bisnis online membuat siapa pun dapat mulai berjualan tanpa harus memiliki toko fisik maupun stok barang sendiri. Bahkan, banyak orang memperoleh keuntungan...

Yudha Adhyaksa

23 Jul 2026

Thumbnail
Proses Produksi Halal UMKM: Cara Menghindari Suap, Kecurangan, dan Pemalsuan Merek

Memiliki produk yang halal bukan hanya soal memastikan bahan bakunya sesuai syariat. Dalam Islam, proses produksi halal mencakup seluruh rangkaian kegiatan bisnis, mulai dari memperoleh bahan baku, pr...

Yudha Adhyaksa

22 Jul 2026

Thumbnail
Mindset Bisnis Syariah: Kenapa Hijrah Terasa Berat?

Semakin banyak pelaku UMKM yang mulai berusaha menjalankan bisnis sesuai syariat Islam. Ada yang mulai meninggalkan riba, memperbaiki akad, memilih produk yang halal, hingga berusaha lebih jujur dalam...

Yudha Adhyaksa

22 Jul 2026

Daftar Sekarang

Ilmu Pengusaha Syariah

Terlengkap

Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan

Langganan Sekarang Image