Artikel
Yudha Adhyaksa
28 Nov 2024
Seringkali ketika menjalankan usaha ditemukan beberapa masalah operasional baik kecil maupun serius.
Nah idealnya semua masalah operasional tersebut bisa diantisipasi penanggulangannya sejak dini agar Anda dapat meminimalisir hampir semua kemungkinan buruk.
Inilah 4 resiko operasional yang disusun berdasarkan standar perbankan. Anda perlu menirunya karena perbankan dikenal sebagai organisasi yang sangat rapi dan menerapkan manajemen resiko disemua tahapan bisnisnya.
Cukup banyak bukan kesalahan operasional ? Padahal waktu Anda terbatas. Sebagai owner, Anda perlu memikirkan banyak hal dan karena itu saya berikan tips cepatnya.
Pastikan setiap akad dibuat dengan jelas, mulai dari objek transaksi, harga, hak dan kewajiban para pihak, hingga mekanisme pembayaran dan penyelesaian masalah. Akad yang jelas dapat mengurangi potensi perselisihan dan kesalahpahaman di kemudian hari.
Kenali berbagai risiko yang mungkin terjadi sebelum masalah muncul. Buat prosedur, kontrol, dan langkah antisipasi agar ketika terjadi kesalahan, dampaknya tidak sampai mengganggu operasional dan keuangan bisnis.
Periksa kembali setiap pengeluaran dan cari cara agar pekerjaan dapat dilakukan dengan biaya yang lebih rendah tanpa mengorbankan kualitas. Biaya kecil yang terus berulang dapat menjadi beban besar jika tidak dikendalikan.
Pastikan setiap orang memahami tugas, tanggung jawab, dan prosedur kerjanya. SDM yang bekerja dengan sistem yang jelas akan mengurangi kesalahan, menghemat waktu, dan menghasilkan pekerjaan yang lebih produktif.
Dan agar perubahan jalan dengan baik, ikutilah saran Steve Jobs.
“Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan hebat adalah dengan mencintai yang Anda lakukan.”
Pelajari cara mengenali risiko dari prosedur, sistem, SDM, hingga faktor eksternal agar operasional UMKM lebih rapi, efisien, dan siap menghadapi masalah. Di SekolahUMKM.com tersedia 500+ kelas bisnis dengan akses mulai Rp50.000/bulan.
Risiko operasional dapat muncul dari kelemahan prosedur, kegagalan sistem, kesalahan SDM, maupun faktor eksternal. Jika tidak diantisipasi, masalah kecil dapat berkembang menjadi gangguan operasional dan kerugian bisnis.
Pemilik UMKM dapat memulainya dengan memperjelas akad dan prosedur, mengendalikan risiko, mengefisienkan biaya, serta meningkatkan produktivitas SDM. Dengan sistem yang lebih rapi, bisnis akan lebih siap menghadapi berbagai masalah operasional.
Risiko operasional dapat berasal dari masalah internal, sistem, SDM, dan faktor eksternal seperti bencana alam, pencurian, atau gangguan lainnya.
Prosedur membantu memastikan pekerjaan dilakukan dengan cara yang konsisten, mengurangi kesalahan, dan memperjelas tanggung jawab setiap orang.
Berikan tugas dan tanggung jawab yang jelas, buat prosedur yang mudah dipahami, lakukan pengecekan, dan pastikan staf memahami alur kerja yang harus dijalankan.
Business Continuity Plan (BCP) membantu bisnis menyiapkan langkah ketika terjadi gangguan serius seperti bencana, sehingga dampak dapat diminimalkan dan operasional dapat dipulihkan lebih cepat.
Mulailah dengan mencatat kesalahan dan gangguan yang paling sering terjadi, mencari penyebabnya, kemudian membuat prosedur dan kontrol sederhana untuk mencegah masalah tersebut terulang.
Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.
Artikel
Mari kita lihat lebih detail berbagai jenis riba pada utang. 3 Jenis Riba Pada Utang Piutang Riba Qardh Segala tambahan uang apapun sebelum jatuh tempo adalah RIBA QARDH. Istilah ‘tamba...
Yudha Adhyaksa
23 Nov 2024
Emas dan perak adalah barang ribawi dan termasuk Kelompok 1 pada jenis riba kedua: Barang Ribawi Berupa Alat Tukar. Kelompok 1 adalah kelompok barang ribawi yang berfungsi sebagai alat tukar atau m...
Yudha Adhyaksa
22 Nov 2024
Riba juga ada pada uang karena uang disamakan dengan emas dan perak yang sama-sama merupakan alat pembayaran[1]. Karena itu uang menjadi barang ribawi dan larangannya berlaku untuk pertukaran mata uan...
Yudha Adhyaksa
22 Nov 2024
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan